Selasa, 19 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Ini Tewas Saat Tidur, Ternyata Penyebabnya Sering Dilakukan Oleh Orang

Hal itu, kata petugas medis, tubuhnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan suhu dingin yang tiba-tiba turun.

Tayang:
grid
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM -Tidur dengan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh bisa berakibat fatal.

Seorang pria meninggal saat tidur dengan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuhnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada  2017 lalu di distrik Muang Chaiyaphum, Provinsi Chaiyaphum, timur laut Thailand.

Dalam laporan The Sun, pria itu diketahui bernama Sobthawee Boonkua, berusia 44 tahun.

Pria itu menyalakan tiga kipas angin sebelum tidur pada Kamis (2/11/2017) malam.

Tak disangka, suhu udara menjelang pagi tiba-tiba berubah menjadi sejuk, sehingga menyebabkan tragedi fatal.

Jenazah Sobthawee Boonkua ditemukan di rumah saudaranya di kawasan Tambon Nai Muang.

Sang kakak, Saravuth Boonkua tak kuasa menahan tangis melihat tubuh adiknya terbujur kaku.

Menyusul penemuan jenazah Sobthawee, Letnan Kolonel Polisi Thanasit Apiboonworaset dari polisi Muang Chaiyaphum pergi ke lokasi TKP.

Mereka pergi memeriksa tempat kejadian pada pukul 8.30 pagi, bersama dengan petugas medis dan petugas layanan darurat.

Sebelum meninggal, Saravuth mengatakan bahwa adinya adalah orang yang sehat.

Namun, ketika dia mengunjungi Chaiyaphum untuk menjenguk ibunya, Saravuth tidur dengan tiga kipas angin.

“Dia tida menyadari bahwa suhu Chaiyaphum bisa jauh lebih rendah di malam hari,” kata sang kakak.

Seorang petugas medis mengatakan Sobthawee meninggal karena hipotermia.

Hal itu, kata petugas medis, tubuhnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan suhu dingin yang tiba-tiba turun.

Kipas Angin Berbahaya?

Menurut Dr Michael Benninger dari Head and Neck Institute di Cleveland Clinic, Ohio, mengatakan tidur dengan kipas angin menyala memang bisa mengusir udara panas.

Saat udara panas menghilang, maka tidur pun akan lebih nyenyak.

Namun, tetap tidak boleh sering-sering tidur dengan kipas angin menyala.

Udara yang berasal dari kipas angin bisa membuat otot-otot di tubuh kram dan menegang.

Akhirnya, saat bangun, badan malah jadi pegal dan linu.

Kipas angin yang sering digunakan juga akan dipenuhi kotoran dan tungau debu.

Kotoran dan tungau debu itu bisa menyebabkan alergi pada manusia.

Jika udara di kamar tidak terlalu panas, sebaiknya jangan menyalakan kipas angin.

Hal ini dikarenakan udara malam menjelang pagi akan terasa sejuk.

Namun jika udara ruangan panas dan tidak tertahankan, kita bisa menyalakan kipas angin.

Namun, hembusan angun jangan diarakan langsung ke tubuh kita.

Sebaiknya arahkan kipas angin ke tembok ruangan.

Sehingga angin kipas angin aka memantul ke tembok terlebih dulu, baru mengenai tubuh kita.

Dampak Negatif Kipas Angin Menyala Saat Tidur

Berikut ini, dampak negatif tidur dengan kipas angin menyala, dikutip dari Tribunnews.com.

1. Dehidrasi dan Hipotermia

Menurut webmd.com, dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan.

Sementara, hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat celcius.

Normalnya suhu tubuh manusia yakni 37 derajat celcius.

Terpapar hembusan kipas angin saat tidur dapat menyerap cairan dalam tubuh, kelembaban tubuh akan menurun hingga tubuh kekurangan cairan bahkan dehidrasi.

Ada kemungkinan pula tubuh akan terserang gejala hipotermia karena angin dari kipas angin menyebabkan berkurangnya suhu pada tubuh.

2. Iritasi Sinus

Saat menyalakan kipas angin, maka udara di dalam ruangan akan kering.

Udara kering membuat selaput lendir dalam rongga hidung menjadi kering.

Semakin kering selaput tersebut, maka produksi lendir akan semakin banyak.

Dampaknya, lendir akan menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya menyebabkan iritasi sinus.

3. Leher Kaku

Angin dingin yang dikeluarkan kipas angin menyebabkan otot leher menjadi kencang.

Otot yang kencang semalaman mengakibatkan leher dan bahu kaku bahkan kram.

4. Penyakit Bell Palsy

Bell Palsy adalah penyakit di mana sistem syaraf wajah berubah menjadi tegang, sulit senyum dan susah berekspresi.

Hal ini diakibatkan suhu dingin yang fokus menerpa bagian wajah secara terus menerus sepanjang malam.

Ketika wajah terlalu lama terpapar udara dingin dari kipas angin, kemungkinan akan mengalami penyakit Bell Palsy.

5. Tubuh Kekurangan Oksigen

Tubuh akan kekurangan oksigen ketika arah kipas angin langsung ditujukan ke wajah.

Dampaknya akan semakin buruk jika angin mengenai bagian hidung dan mulut di dalam ruangan yang tidak memiliki fentilasi.

Udara yang berputar-putar di dalam tubuh tidak diperbaharui, sehingga oksigen tidak dapat berfungsi dengan baik ketika dihirup.

6. Asma

Penderita penyakit asma atau mudah terkena alergi debu wajib menjauhi kipas angin.

Sebab, kipas angin yang menyala biasanya akan menyedot debu di sekitarnya.

Kipas angin perlu dibersihkan secara rutin.

Terpapar kipas angin yang kotor dapat menyebabkan tenggorokan menjadi gatal, batuk dan mengalami gejala asma.

7. Penyakit Gusi dan Gigi

Setelah semalaman terpapar udara dari kipas angin, mulut dan tenggorokan akan menjadi kering.

Dalam jangka waktu panjang, hal itu dapat mengakibatkan masalah pada gusi dan gigi.

Disarankan ketika tidur dan terpaksa harus memakai kipas angin, untuk membuka jendela atau pintu agar udara bisa berganti.

(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Kisah Pria Thailand Mendadak Meninggal Saat Tidur Pakai Kipas Angin, Ini 7 Bahayanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved