Breaking News:

Hubungan di Ujung Tanduk, Joe Biden akan Putuskan Sikap Amerika Serikat untuk Arab Saudi Senin Besok

Arab Saudi dan Amerika Serikat diambang pecah kongsi, usai laporan intelijen AS yang menyebut dugaan keterlibatan Putra Mahkota dalam pembunuhan

OZAN KOSE / AFP
foto yang diambil pada 02 Oktober 2020, teman-teman jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi, memegang poster yang bertuliskan fotonya saat mereka menghadiri acara yang menandai ulang tahun kedua pembunuhannya di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Arab Saudi dan Amerika Serikat diambang pecah kongsi, usai laporan intelijen AS yang menyebut dugaan keterlibatan Putra Mahkota dalam pembunuhan Jurnalis.

Dalam laporannya, intelijen AS menemukan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menyetujui pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan membuat pengumuman soal Arab Saudi pada Senin (1/3/2021) besok.

Pemerintahan Biden telah menghadapi beberapa kritik, terutama editorial di Washington Post, bahwa presiden seharusnya lebih keras kepada putra mahkota Saudi, yang tidak diberi sanksi meskipun disalahkan karena menyetujui pembunuhan Khashoggi.

Ditanya apakah akan menghukum Putra Mahkota Arab Saudi, penguasa de facto Arab Saudi, yang juga dikenal sebagai MbS, Biden berkata: "Akan ada pengumuman pada hari Senin tentang apa yang akan kami lakukan dengan Arab Saudi secara umum," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Tetapi seorang pejabat Gedung Putih menyebutkan, tidak ada langkah signifikan baru yang diharapkan.

"Pemerintah mengambil berbagai tindakan baru pada Jumat lalu. Presiden mengacu pada fakta bahwa pada hari Senin, Departemen Luar Negeri akan memberikan rincian lebih lanjut dan menguraikan pengumuman tersebut, tapi bukan pengumuman baru," kata pejabat itu.

Khashoggi, seorang warga AS yang menulis kolom opini untuk Washington Post yang mengkritik kebijakan MBS, dibunuh dan dipotong-potong oleh tim operasi yang terkait dengan MBS di konsulat kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018.

Pemerintah Saudi, yang telah membantah keterlibatan putra mahkota, pada Jumat (26/2/2021), mengeluarkan pernyataan yang menolak temuan laporan AS dan mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa pembunuhan Khashoggi adalah kejahatan keji oleh kelompok nakal.

Di antara langkah-langkah hukuman yang diambil Amerika Serikat pada Jumat (26/2) adalah penerapan larangan visa pada beberapa orang Saudi yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi dan sanksi terhadap orang lain, termasuk mantan wakil kepala intelijen.

AS akan membekukan aset mereka dan melarang orang Amerika untuk bertransaksi dengan mereka.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini sebelumnya tayang di Kontan, https://internasional.kontan.co.id/news/soal-sanksi-untuk-putra-mahkota-arab-saudi-joe-biden-senin-akan-ada-pengumuman

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved