Breaking News:

Kampanye Anti-Islam yang Diusung Golongan Mayoritas India Buat Umat Hindu-Muslim Memanas

Mereka mengatakan tempat ibadah Muslim ini dibangun setelah menghancurkan kuil Hindu, meskipun dalam banyak kasus catatan resmi mengatakan sebaliknya.

Money SHARMA / AFP
Sudut kota New Delhi di kawasan pemukiman muslim tampak luluh lantak setelah diserang oleh kelompok radikal Hindu, Jumat (28/8/2020)lalu 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Umat muslim di India semakin tertekan setelah golongan mayoritas India gencar menggalakan anti-Islam.

Organisasi keagamaan mayoritas seperti Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dan Vishva Hindu Parishad (VHP atau Dewan Hindu Dunia) ingin mengubah lusinan masjid di seluruh negeri menjadi kuil. 

Mereka mengatakan tempat ibadah Muslim ini dibangun setelah menghancurkan kuil Hindu, meskipun dalam banyak kasus catatan resmi mengatakan sebaliknya.

Kuil yang disengketakan di Pandua, yang secara lokal dikenal sebagai Masjid Badi (masjid besar) adalah di antara mereka.

Kuil Zafar Khan Gazi, beberapa kilometer di selatan Masjid Pandua yang disengketakan, sekarang dijaga oleh penjaga keamanan swasta yang bersenjatakan senjata di tengah ketegangan Hindu-Muslim.

“Kami tidak pernah menyaksikan permusuhan komunal apapun,” kata Sheikh Moktar, 59, seorang anggota administrasi sekolah Islam lokal di Pandua seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu (28/2/2021). 

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, persahabatan komunal di benteng komunis ini tampaknya telah rusak, terutama setelah kelompok sayap kanan Hindu mulai mendorong agenda garis keras.

Para pengamat mengatakan kelompok Hindu sayap kanan yang terkait dengan BJP telah menggunakan mobilisasi keagamaan untuk perayaan seperti Ram Navami, yang menandai hari lahir Dewa Ram Hindu, untuk keuntungan politik.

Perayaan Ram Navami tahunan telah menyaksikan ribuan orang berbaris dengan pedang, elang dan parang, dan meneriakkan slogan-slogan untuk memuji Ram dan memainkan lagu-lagu yang merendahkan Islam.

Pada rapat umum Ram Navami April 2017 di Chandannagar, sebuah kota di distrik Hooghly dekat Pandua, Al Jazeera menyaksikan orang-orang, termasuk anak-anak, berbaris dengan pedang, meneriakkan slogan-slogan anti-Muslim sementara speaker raksasa membunyikan musik devosional.

Halaman
123
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Guruh Budi Wibowo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved