Breaking News:

Tim Penyelidik WHO Akhirnya Bertemu Ahli Virus Laboratorium Wuhan, China, Ungkap Fakta Penting Ini

Tim penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya bertemu dengan ahli virus di laboratorium penelitian virus di Kota Wuhan, China.

WANG ZHAO / AFP
Petugas laboratorium memeriksa vaksin virus corona COVID-19 di Sinovac, salah satu dari 11 perusahaan China yang disetujui untuk melakukan uji klinis terhadap vaksin virus corona potensial, di Beijing. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya bertemu dengan ahli virus di laboratorium penelitian virus di Kota Wuhan, China.

Tim penyelidik WHO berada di Kota Wuhan untuk mencari petunjuk asal mula pandemi COVID-19.

Para ahli menghabiskan sekitar 3,5 jam di Institut Virologi Wuhan (WIV) yang dijaga ketat, yang telah menjadi pusat dari beberapa teori konspirasi yang mengklaim kebocoran laboratorium menyebabkan wabah virus corona pertama di kota itu pada akhir 2019.

"Pertemuan yang sangat penting hari ini dengan staf di WIV termasuk Dr Shi Zhengli. Pertanyaan kunci ditanyakan & dijawab," kata anggota tim Peter Daszak di Twitter.

Shi, seorang pemburu virus terkenal yang telah lama berfokus pada virus corona pada kelelawar punya julukan "Wanita Kelelawar", merupakan salah satu orang pertama tahun lalu yang mengisolasi virus corona baru yang menyebabkan COVID-19.

Kebanyakan ilmuwan, termasuk Shi, menolak hipotesis kebocoran laboratorium.

Anggota tim WHO Peter Daszak (kanan) dan Marion Koopmans (kiri) didampingi oleh Peter Ben Embarek (tengah) saat meninggalkan hotel setelah tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyelesaikan penyelidikannya mengenai asal-usul virus corona COVID-19 di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 10 Februari 2021.
Anggota tim WHO Peter Daszak (kanan) dan Marion Koopmans (kiri) didampingi oleh Peter Ben Embarek (tengah) saat meninggalkan hotel setelah tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyelesaikan penyelidikannya mengenai asal-usul virus corona COVID-19 di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 10 Februari 2021. (Hector RETAMAL / AFP)

Namun, beberapa ahli berspekulasi bahwa virus yang ditangkap dari alam liar dapat ditemukan dalam eksperimen laboratorium untuk menguji risiko limpahan manusia dan kemudian melarikan diri melalui anggota staf yang terinfeksi.

"Sangat menarik. Banyak pertanyaan," Thea Fischer, anggota tim dari Denmark.

Beberapa ilmuwan telah meminta China untuk merilis rincian semua sampel virus corona yang dipelajari di laboratorium, untuk melihat mana yang paling mirip dengan SARS-CoV-2.

WHO, yang telah berusaha untuk mengelola ekspektasi untuk misi Wuhan, mengatakan anggotanya akan dibatasi pada kunjungan yang diselenggarakan oleh China dan tidak memiliki kontak dengan anggota komunitas, karena pembatasan kesehatan.

Sementara virus corona baru yang memicu pandemi pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Beijing berusaha meragukan anggapan bahwa virus itu berasal dari China, merujuk pada makanan beku impor sebagai saluran yang memungkinkan.

Tim akan menghabiskan waktu dua minggu untuk melakukan kerja lapangan setelah menyelesaikan karantina hotel selama dua minggu setelah tiba di Wuhan.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini sebelumnya tayang di Kontan. co. id

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved