Breaking News:

Wali Kota Pekanbaru Firdaus Diperiksa Polda Riau Terkait Kasus Sampah, Ini Statusnya

Walikota Pekanbaru, Firdaus, ternyata ikut diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau terkait kasus bobroknya pengelolaan sampah.

TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Sampah dari masyarakat menumpuk di tepi Jalan Juanda, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus, ternyata ikut diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau terkait kasus bobroknya pengelolaan sampah.

Dalam perkara yang masih dalam tahap penyidikan ini, Firdaus diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Terkait pemeriksaan Firdaus ini, dibenarkan Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, saat dikonfirmasi Tribun secara langsung.

"Sudah (diperiksa) minggu lalu," ucap Agung, Minggu (28/2/2021).

Saat ini, proses penyidikan terus berlangsung. Penyidik masih mengumpulkan fakta hukum atas penanganan sampah yang tidak terurus di Kota Bertuah.

Disinggung apakah sudah ada titik terang siapa tersangka dalam perkara ini, Jenderal bintang dua itu memberikan jawabannya.

"Penyidikan sedang berproses, saya minta Pemkot (Pemerintah Kota) serius," tegas Kapolda Riau.

Untuk diketahui, dalam proses penanganan kasus ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan orang saksi.

Baik saksi dari masyarakat, saksi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, saksi ahli pidana, ahli lingkungan dan lain-lain.

Proses penyidikan kasus bobroknya pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru, sudah berjalan sejak 15 Januari 2021.

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Kadis LHK) Pekanbaru, Agus Pramono, juga sudah diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Riau, Senin (18/1/2021). Agus diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Selain Agus, ada pula nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil yang juga diperiksa.

Langkah penanganan hukum diambil Polda Riau, lantaran sejak awal Januari 2021, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di Kota Bertuah. Hal ini tak ayal membuat resah masyarakat.

Dalam perkara ini, untuk menjerat tersangkanya, penyidik Ditreskrimum Polda Riau menerapkan Pasal 40 atau Pasal 41 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.

Pasal 40, ancaman hukuman 4 tahun penjara denda 100 juta sedangkan Pasal 41 ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved