Breaking News:

Kabut Asap di Riau

BREAKING NEWS : Kabut Asap di Pekanbaru Menyelimuti Pemukiman, Ini Penjelasan BMKG Pekanbaru

Fenomena kabut asap di Pekanbaru yang diduga akibat Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Riau tampak menyelimuti pemukiman warga

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Alexander
BREAKING NEWS : Kabut Asap di Pekanbaru Menyelimuti Pemukiman, Ini Penjelasan BMKG Pekanbaru. Foto : Pemandangan di kawasan Jalan Gulama Pekanbaru pada Selasa (2/3/2021) pagi. 

Kabut Asap di Pekanbaru Menyelimuti Pemukiman

Fenomena kabut asap di Pekanbaru yang diduga akibat Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Riau tampak menyelimuti pemukiman warga pada Selasa (2/3/2021) pagi ini. 

Dari pantauan Tribun, kabut asap di Pekanbaru lebih tebal dari hari-hari sebelumnya sejak musim panas terjadi karena terjadinya Karhutla di Riau .

Fenomena kabut asap di Pekanbaru satu dampak dari Karhutla di Riau dan mulai terlihat dari kawasan pemukiman di Panam, langit tampak berwarna abu-abu, walau jarak pandang masih cukup jauh terlihat.

Andi salah seorang warga Jalan Suka Karya mengatakan, saat menghirup udara panjang, ia merasakan bau asap yang mulai menyengat masuk ke hidung.

"Coba kalau kita ambil nafas panjang, terasa sekali bau asapnya. Ini bukan embun pastinya," ujarnya.

Demikian juga di kawasan Soekarno Hatta, tampak dari jarak jauh, gedung-gedung mulai terlihat samar karena kabut asap.

Penjelasan BMKG Pekanbaru

Terkait kabut asap yang mulai banyak selimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (2/3/2021) pagi ini, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Pekanbaru memberikan penjelasan terkait hal itu. 

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru , Yudhistira M kepada Tribun mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan kalau kabut yang menyelimuti Pekanbaru pada pagi ini sebagai kabut asap, karena pantauan pihaknya kondisi tersebut masih pada level haze.

"Kami belum nge state ini sebagai kabut asap tetapi masih di level haze dari pantauan langsung dibeberapa titik," kata Yudhistira kepada Tribun Selasa pagi.

Menurut Yudhistira, kondisi seperti itu masih tergolong wajar, karena ada akumulasi polutan diudara.

"Biasanya polutan akan mengilang jika terkena air hujan atau terbawa angin.

Dalam kondisi beberapa hari terakhir hotspot yang meningkat, yang sebagian kemungkinan kebakaran hutan," jelasnya.

Sedangkan terkait kekaburan pada udara dikatakannya memang berasal dari akumulasi polutan sehingga terjadi kekaburan udara pada hari berikutnya.

"Akumulasi polutan di udara akan cenderung banyak dan mengakibatkan kekaburan udara pada beberapa hari berikutnya," terangnya.

Baca juga berita berjudul " BREAKING NEWS : Kabut Asap di Pekanbaru Menyelimuti Pemukiman, Ini Penjelasan BMKG Pekanbaru " Tribunpekanbaru.com di Babe dan Google News.

Demikian artikel berjudul " BREAKING NEWS : Kabut Asap di Pekanbaru Menyelimuti Pemukiman, Ini Penjelasan BMKG Pekanbaru " ini kami tulis, semoga bermanfaat. ( Tribunpekanbaru.com / Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved