Breaking News:

Video Berita

Video: Gunung Merapi Keluarkan Guguran Larva, Warga Diminta Waspadai Banjir Lahar

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya pada Selasa (2/3) pagi.

Tercatat terjadi dua kali guguran awan panas sejauh 1900 meter ke arah barat daya.

Sehari sebelumnya, Gunung Merapi juga mengeluarkan guguran awan panas.

Dikutip dari Kompas.com, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat guguran awan panas teramati pada pukul 05.11 WIB.

Kemudian guguran awan panas kembali terjadi pada pukul 05.29 WIB.

Menurut Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, berdasarkan pengamatan, keluar asap berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 171 detik pada guguran pertama.

"Estimasi jarak luncur 1.900 meter ke arah barat daya," ucapnya.

Kemudian pada guguran kedua, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 96 detik.

Estimasi jarak luncur 1.200 meter ke arah barat daya.

Selain itu, teramati juga adanya guguran lava pijar sebanyak 17 kali dengan jarak luncur sejauh 1.300 meter.

Sampai saat ini, BPPTKG masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada status Siaga (Level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.(*)

Editor: aidil wardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved