Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Masyarakat Cukup Bawa Smartphone Belanja di Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Uniknya, tidak ada transaksi uang tunai di sana. Seluruhnya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau

Untuk saat ini dikatakannya, seluruh pelaku usaha yang tergabung dalam Aspekraf Riau saat ini sudah menyediakan QRIS untuk alat transaksi elektronik. Dia berharap, hal ini dapat memicu UMKM di Riau semakin tumbuh dan berkembang ke depannya.

Ia menambahkan, program digitalisasi ekonomi di UMKM akan lebih dimaksimalkan pada tahun 2021. "Kita dorong digitalisasi perekonomian UMKM. Kalau memang sudah ada kafe sudah QRIS, bagus. Digitalisasi ekonomi sangat penting bagi UMKM untuk mereka bisa bangkit," tambahnya.

Sejauh ini, sektor UMKM selama ini telah berkontribusi sekitar 50 persen terhadap PDRB. Sedangkan dari sektor tenaga kerja, sektor UMKM telah berkontribusi sehingga 90 persen.

"Tapi di lapangan masih kita temui ada banyak UMKM yang tidak formal. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Dengan digitalisasi diharapkan mereka bisa menikmati layanan keuangan yang tersedia saat ini. Secara nasional, untuk tahun 2021 BI menargetkan 12 juta merchant pengguna QRIS," tuturnya.

Setelah mengadopsi digitalisasi seperti olshop, marketplace, medsos dan lainnya dalam pengembangan usahanya, ada peningkatan. "Karena itu, kami ajak semua agar adopsi digitalisasi dan mengedepankan penggunaan QRIS.

Sementara itu, Ketua Aspekraf Riau, Arni Ningsih memgatakan, saat ini seluruh anggota Aspekraf sudah menggunakan QRIS dalam bertransaksi. "Sejak tahun lalu kami dan 60 anggota Aspekraf sudah gunakan menggunakan QRIS dalam bertransaksi," ucapnya.

Ketua Perkumpulan Jasa Boga Pekanbaru, Yuli Meliani mengatakan, 100 UMKM kuliner sudah mulai menggunakan QRIS dalam bertransaksi sampai saat ini. "Sebelum jalan tol jadi saja anggota perkumpulan jasa boga Pekanbaru sudah menggunakan e-money dalam bertransaksi. Ada juga yang sudah punya QRIS walaupun belum digunakan," tuturnya.

Kegiatan karya kreatif Indonesia ini sebelum pandemi rutin digelar oleh Bank Indonesia 1 kali dalam setahun. Namun selama pandemi ini karena digelar secara virtual, diadakan berseri. Sejak tahun lalu dibuat 3 seri, dan tahun ini juga dengan akan digelar 3 kali. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved