Breaking News:

Karhutla di Kepulauan Meranti

Karhutla di Kepulauan Meranti, Kapolres Langsung Turun Pimpin Pemadaman Api di Pulau Padang

Karhutla di Kepulauan Meranti, Kapolres Langsung Turun Pimpin Pemadaman Api di Pulau Padang

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk melakukan pendinginan di Desa Mekar Delima, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Karhutla di Kepulauan Meranti tepatnya di Desa Mekar Delima, Kecamatan Tasik Putripuyu belum juga padam.

Hingga Kamis (4/3/2021), petugas di lapangan dibantu masyarakat terus bekerja keras melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi terbakar yang merupakan lahan gambut.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk bahkan turun dan memimpin langsung upaya pemadaman dan pendinginan tersebut.

"Hari ini masuk hari kedua proses pemadaman dan pendinginan kita lakukan. Tim terus bersinergi, dengan menggunakan sejumlah peralatan yang ada," kata Eko Wimpiyanto.

Kapolres menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan hutan gambut, satu hamparan.

Penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Kita mengimbau di musim panas saat ini masyarakat hendaknya berhati-hati, dan tentunya jangan membuka lahan dengan cara membakar," pesannya.

Adapun personel yang ikut memadamkan karhutla di Desa Mekar Delima adalah, TNI 4 orang, Polri 28 orang.

Kemudian, BPBD 1 orang, Satpol PP 1 orang, perangkat desa 10 orang, kecamatan 5 orang, MPA 10 orang, dan tim pemadam PT. RAPP 60 orang.

Sementara itu jumlah lahan yang terbakar dari informasi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti masih dalam penghitungan.

Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti Idris Sudin kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (5/3/2021) mengatakan, sejauh ini pihaknya mencatat ada 14 hektare lahan yang terbakar di 2 kecamatan.

"Kalau di Pulau Padang ada 8 hektare, kemudian di Rangsang dan Rangsang Pesisir 6 hektare, yang lain masih kita hitung," ungkap Idris.

Diungkapkannya, sejumlah lahan yang terbakar saat ini hampir keseluruhan telah padam dan dalam tahap pendinginan.

Dilanjutkannya, sampai saat ini proses penanganan di lapangan ditangani oleh sejumlah stakeholder, mulai dari kepolisian, TNI, pihak kecamatan, masyarakat dan perusahaan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved