Breaking News:

Tawarkan Warga Di Bali Agar Bisa Merasakan Orgasme, Pria Australia Ini Diperiksa Imigrasi

Acara bertajuk tantric full body energy orgasm retreat ditujukan kepada orang-orang yang ingin merasakan orgasme tanpa berhubungan dengan lawan jenis.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Capture YouTube Somananda Tantra School
Ilustrasi tantric full body energy orgasm retreat 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang warga negara Australia membuat heboh warga Bali. Pasalnya, pria tersebut berencana menggelar acara yang memperkenalkan orgasme dengan cara tantra kepada warga.

Untuk menjadi peserta acara itu, peserta diwajibkan membayar 500 Dollar AS atau sekitar Rp 7 juta lebih.

Acara bertajuk tantric full body energy orgasm retreat ditujukan kepada orang-orang yang ingin merasakan orgasme tanpa berhubungan dengan lawan jenis.

Warga negara yang menggelar acara ini adalah Andrew Ben.

Ia mengaku bisa membuat orang merasa orgasme melalui ritual tantra.

Terkait adanya seorang WNA yang mengaku akan membuat acara tantric full body energy orgasm retreat di Bali, Kepala Kantor Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk menyampaikan identitas bule tersebut telah diketahui.

"Orang asing itu Andrew Ben berkewarganegaraan Australia akan melakukan praktek yang dinamakan tantric full body energy orgasm retreat mulai besok. Ini suatu hal yang baru bagi kita, kita belum tahu bagaimana praktek-praktek seperti ini. Kita akan lakukan pendalaman," ujar Jamaruli Manihuruk, Jumat 5 Maret 2021.

Namun akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga adanya pelanggaran pidana umum (membuka praktek seks) itu ranah pihak kepolisian, sementara kami dari Kanwil Kemenkumham Bali khususnya Divisi Keimigrasian melakukan pemeriksaan terhadap apakah ada penyalahgunaan izin tinggal atau pelanggaran keimigrasian lainnya.

"Tadi setelah kami setelah kami menemui yang bersangkutan tadinya mau kami bawa ke kantor imigrasi, tetapi kira-kira 20 menit kemudian petugas dari Polres Gianyar menjemput yang bersangkutan. Jadi sementara yang bersangkutan dibawa oleh petugas Kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut," jelasnya.

Nantinya hasil dari pemeriksaan Kepolisian tersebut apabila ada pelanggaran akan kami gunakan dasar untuk memberikan tindakan administrasi keimigrasian atau tindak pidana keimigrasian.

Jadi bukan hanya tindakan administrasi keimigrasian tetapi kalau saja mengarah ke tindak pidana keimigrasian bisa saja yang bersangkutan dipidana nantinya.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Bule Akan Adakan Acara Orgasme di Bali, Imigrasi Dalami Unsur Pelanggaran Keimigrasiannya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved