Breaking News:

Galian IPAL di Cokroaminoto Rusak Jargas, DPRD Pekanbaru Pastikan Panggil Hearing

Kekhawatiran DPRD Pekanbaru terkait galian limbah IPAL, yang merugikan warga Kota Pekanbaru, ternyata terjadi.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kekhawatiran DPRD Pekanbaru terkait galian limbah IPAL, yang merugikan warga Kota Pekanbaru, khususnya di titik Jalan HOS Cokroaminoto/Ahmad Yani Pekanbaru, ternyata terjadi.

Galian limbah yang dikerjakan PT Adhi Karya tersebut, mengganggu jaringan gas (Jargas), di mana pipa sambungan Jargas di Jalan Hos Cokroaminoto/Ahmad Yani putus akibat galian.

Pekerja dari kepada PT GN (Pertagas Niaga) yang merupakan rekanan PT SPEM pengelola jaringan (Jargas), serta pekerja lainnya, tampak memperbaiki Jargas yang putus akibat galian limbah IPAL di Jalan HOS Cokroaminoto/Ahmad Yani Pekanbaru, Sabtu (6/3/2021) pagi. Sambungan Jargas tersebut putus Kamis malam (4/3/2021).
Pekerja dari kepada PT GN (Pertagas Niaga) yang merupakan rekanan PT SPEM pengelola jaringan (Jargas), serta pekerja lainnya, tampak memperbaiki Jargas yang putus akibat galian limbah IPAL di Jalan HOS Cokroaminoto/Ahmad Yani Pekanbaru, Sabtu (6/3/2021) pagi. Sambungan Jargas tersebut putus Kamis malam (4/3/2021). (Istimewa)

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (4 /3/2021) sekitar pukul 22.36 WIB. Akibatnya, ribuan warga di tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Senapelan, Sukajadi dan Marpoyan Damai (4.283 pelanggan Jargas) tidak bisa menikmati gas selama 24 jam.

"Kita lakukan komunikasi dengan pihak kontraktor Adhi Karya, maka mereka menyampaikan kesiapannya untuk bertanggung jawab. Kita juga minta PT Norel selaku kontraktor untuk mengerjakannya," tegas Direktur PT Sarana Pembangunan Energi Madani (SPEM) Panzi Barza, selaku pengelola Jargas di Kota Pekanbaru, Minggu (7/3/2021) kepada wartawan.

"Namun karena belum dikerjakan oleh PT Norel, maka saya minta kepada PT GN (Pertagas Niaga) yang merupakan rekanan PT SPEM untuk cepat mengerjakan. Sehingga pagi kemarin (Sabtu) langsung dikerjakan sampai selesai. Hasilnya, Sabtu kemarin juga, semua kompor masyarakat sudah dapat kembali menyala," tambah Panzi Barza.

Kondisi ini tentunya menjadi pelajaran berharga untuk perusahaan galian limbah, agar tidak asal kerja. Meski pekerjaan ini merupakan proyek nasional,  kehadiran galian IPAL justru jangan menyusahkan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH mengaku, kehadiran galian IPAL semakin hari membuat susah masyarakat. Apalagi belakangan makin minim sosialisasi.

"Kita harapkan kejadian serupa jangan terjadi lagi. Jargas itu program nasional juga, jadi harus didukung. Begitu halnya nanti efek lainnya akibat galian limbah ini, harus diantisipasi kontraktor pelaksana," sebut Ruslan.

Selain Jargas, keluhan masyarakat lainnya di malam hari di Jalan A Yani, jalan hanya satu jalur dibuka di samping galian. Sementara kendaraan padat." Harusnya jauh hari ada solusi," tegas Ruslan.

Keluhan warga lainnya, yakni akibat galian IPAL, berpengaruh pada omzet pedagang di sekitar galian. Bahkan bisa dipastikan turun. Sementara bagi pengendara, terpaksa mengambil jalur lain, karena jalan makin sempit, yang rawan kecelakaan.

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved