Breaking News:

Media Asing Soroti Kudeta di Partai Demokrat, Sebut Moeldoko Bernafsu Jadi Presiden

Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang digelar di Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021) menjadi sorotan media asing.

(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang digelar di Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021) menjadi sorotan media asing..

KLB Partai Demokrat itu disebut-sebut sebagai upaya Kepala Staf Presiden Moeldoko untuk mendapatkan perahu untuk maju bertarung di Pemilihan Presiden tahaun 2024 mendatang.

Sorotan itu datang dari Straits Times, media terbesar dan paling berpengaruh di Singapura.

Dikutip Tribunpekanbaru.com dari Straits Times pada Minggu (7/3/2021) disebutkan bahwa Moeldoko adalah pensiunan jenderal bintang empat yang berkeinginan untuk maju sebagai capres pada 2024 nanti.

Strait Times menyebutkan, berdasarkan undang-undang pemilu Indonesia, seorang calon presiden harus didukung oleh sekelompok partai politik yang memiliki total 20 persen kursi Parlemen.

SBY Sebut Moeldoko Bikin Malu Tentara, Moeldoko Malah Sebut Bangga Jadi Prajurit

AKHIRNYA Pemerintah Buka Suara Soal Demokrat, Mahfud MD: Kepengurusan AHY Masih yang Resmi

Dalam KLB Partai Demokrat itu, Moeldoko didaulat menjadi Ketua Umum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono, putra Susilo Bambang Yudhoyono.

Menanggapi hasil KLB Partai Demokrat tersebut, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng mengatakan, partainya menentang hasil tersebut, dan menilai KLB tersebut sebagai tindakan illegal.

"Kongres itu diselenggarakan oleh mantan anggota Partai Demokrat, termasuk mereka yang dipecat oleh partai. Jadi tidak ada hak mereka untuk menggelar kongres tersebut," sebut Andi.

Andi juga meragukan keabsahan penunjukan tersebut, dengan mengatakan bahwa kongres tersebut tidak dihadiri oleh minimal dua pertiga Ketua DPD I Partai Demokrat di provinsi dan setengah dari lebih dari 500 Ketua DPD II Partai Demokrat di kota dan kabupaten.

Selain itu, tambah Andi, Majelis Tiggi Partai juga belum menyetujui kongres tersebut.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved