Breaking News:

Menuai Hasil dari Literasi, Kini AXA Mandiri Mantap Menapaki Era Digitalisasi di Masa Pandemi

masyarakat jangan menunggu sakit atau wabah penyakit  tertentu baru mengurus asuransi. Sebab, hal tersebut membutuhkan biaya yang mahal.

ist
Axa Mandiri 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merilis pendapatan premi asuransi kesehatan mencapai Rp 7,98 triliun hingga akhir 2020. Capaian ini tumbuh sekitar 20,9% secara tahunan.

Peningkatan ini didongkrak atas kesadaran masyarakat selama masa pandemi untuk mendapatkan jaminan kesehatan di tengah ketidakpastian.

“Tingkat kebutuhan masyarakat akan asuransi kesehatan naik. Ini terlihat pada penambahan premi yang artinya penambahan jumlah orang diasuransikan memang terbaca naik karena didorong kesadaran akan kesehatan di masa pandemi," kata Ketua Departemen Statistik, Riset, dan Analisa AAUI Anita Faktasia, saat memaparkan kinerja industri asuransi umum secara virtual, Selasa (23/2/2021) lalu.

Jika dari sisi premi naik, klaim asuransi kesehatan justru mengalami penurunan. Klaim lini bisnis ini turun hingga 5,0% dari Rp 4,76 triliun di 2019 menjadi Rp 4,53 triliun pada tahun berikutnya.

Anita menyebut, penurunan klaim senilai Rp 237 miliar karena para pemegang polis berpikir dua kali untuk pergi ke rumah sakit untuk berobat. Alasannya, mereka ingin mengantisipasi penularan Covid-19 dari luar rumah.

"Kalau dulu sakit, mereka pakai asuransi kesehatan kemudian pergi ke rumah sakit atau dokter sehingga klaim terjadi. Tapi sekarang untuk ke rumah sakit saja masih perpikir, nanti apa tertular Covid-19 atau tidak," jelas Anita.

Meningkatnya minat masyarakat ini juga dirasakan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) yang sudah melayani masyarakat lebih dari 15 tahun di Indonesia.

Head of Corporate Communications & Event Management PT AXA Mandiri, Luile Retno Sawitri mengatakan selama pandemi Covid-19 melanda, pihaknya sudah membayarkan klaim nasabah yang menjadi pasien Covid-19 hingga Rp13 miliar.

“Meski Pemerintah sudah menanggung biayanya, namun masih ada nasabah yang melakukan pembayaran dari kita. Bahkan nilainya mencapai ratusan juta,” ujar Dia saat webinar bersama Forum Jurnalis Riau (Forjuri), Kamis (3/12/2020).

Meski begitu, Dia menegaskan agar masyarakat jangan menunggu sakit atau wabah penyakit  tertentu baru mengurus asuransi. Sebab, hal tersebut membutuhkan biaya yang mahal.

Halaman
1234
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved