Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

VIDEO: Wako Pekanbaru Tegaskan Sudah Tanggapi Surat dari Dirjen Pengelolaan Sampah

Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK pun menyurati Pemerintah Kota Pekanbaru terkait masalah sampah yang berlangsung selama hampir tiga bulan

Penulis: Fernando | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-- Permasalahan sampah di Kota Pekanbaru yang belum tuntas menjadi perhatian dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK pun menyurati Pemerintah Kota Pekanbaru terkait masalah sampah yang berlangsung selama hampir tiga bulan.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menegaskan bahwa dirinya sudah menanggapi surat tersebut.

Ia menyampaikannya lewat laporan yang komprehensif.

"Kita sudah merespon, kita menyampaikannya di laporan itu cukup komprehensif," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, pemerintah kota sudah memberi jawaban secara resmi surat dari dirjen.

Ia sudah menandatangani langsung surat tersebut.

Firdaus menegaskan bahwa pemerintah kota tidak mengabaikan pelayanan angkutan sampah.

Mereka berupaya mengangkut sampah secara swakelola di masa transisi pengelolaan angkutan sampah.

"Kita tegaskan, kita tidak lalai dalam layanan persampahan.

Kita dalam posisi tidak mengangkut, tapi pelayanan kita yang tidak maksimal," ujarnya

Laporan komprehensif tersebut berisi data perihal penanganan sampah.

Ada data jumlah penduduk, total sampah dalam sehari hingga zonasi penanganan sampah.

Sampah di Kota Pekanbaru setiap harinya mencapai 700 ton.

Zona penanganan sampah terbagi dalam tiga zona.

Zona I meliputi Kecamatan Tampan, Kecamatan Bukitraya, Kecamatan Marpoyan Damai dan Kecamatan Payung Sekaki. 

Sedangkan Zona II meliputi Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Lima Puluh, Kecamatan Tenayan Raya, Kecamatan Sail dan Kecamatan Senapelan.

Kedua zona ini dikelola oleh pihak swasta.

Satu zona lagi yakni Zona III, Rumbai dan Rumbai Pesisir, pengangkutannya masih dilakukan swakelola pemerintah. 

"Pengadaan jasa pihak ketiga kita lakukan lewat tender," paparnya.

Firdaus menyadari bahwa pengelolaan sampah pihak ketiga berakhir pada tahun 2020 lalu.

Akibatnya hingga kini belum ada mitra yang bisa membantu proses pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar.

"Proses lelang saat ini terlambat, maka dikerjakan secara swakelola di masa transisi.

Kita masih menunggu hasil lelang untuk mitra pengangkutan," paparnya.

Firdaus tidak menampik pelayanan pengangkutan sampah tidak maksimal oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.

Mereka bertanggung jawab penuh mengangkut sampah saat ini.

Masyarakat merasa pengelolaan di masa swakelola ini tidak maksimal.

Mereka menyampaikan laporan ke pihak kepolisian hingga pengadilan.

"Mereka sampaikan keluhan di medsos dan aparat hukum," jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved