Breaking News:

Jaksa Masih Selidiki Dugaan Pungli Retribusi Sampah di Pekanbaru, Begini Perkembangannya

Penyelidikan dugaan pungutan liar (pungli) uang retribusi sampah di Kota Bertuah masih terus berproses.

TribunPekanbaru/Johanes
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyelidikan dugaan pungutan liar (pungli) uang retribusi sampah di Kota Bertuah masih terus berproses.

Kasus ini, sekarang sedang didalami tim Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Berdasarkan hasil pengumpulan data sementara, uang retribusi yang dikutip oleh pihak yang tidak bertanggung jawab itu, ternyata melebih nominal yang tertera di Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru.

Sebelumnya, diduga ada keterlibatan dari oknum dinas terkait dalam penyimpangan retribusi sampah ini.

Laporan adanya aktivitas pungli itu, masuk Korps Adhyaksa Pekanbaru pada tahun 2020 lalu. Indikasi pungli awalnya terjadi di Kecamatan Tenayan Raya.

Namun tidak tertutup kemungkinan, pengusutan yang dilakukan jaksa akan dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di Kota Bertuah.

Adapun modusnya, yakni memungut kutipan uang sampah kepada masyarakat, namun tidak sesuai dengan nominal yang tertera di Peraturan Walikota (Perwako).

"Masih dalam tahap penyelidikan Intel, kita juga masih pengembangan ke wilayah-wilayah yang lain. Kalau untuk sementara, pihak-pihak yang sudah diperiksa, artinya pihak-pihak yang bekerja mengumpulkan retribusi," kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel, Rabu (10/3/2021).

Lanjut Marel, di beberapa wilayah ada ditemukan bentrok, antara pihak dinas terkait dengan pihak mandiri dalam hal pungutan retribusi sampah.

"Pihak mandiri ini lah yang mungkin warga sana, mengutip uang sampah. Berdasarkan kesepakatan warga sana, dia yang ngambil (uang sampah) tiap hari, tapi memang di atas nominal yang diatur dalam Perwako Pekanbaru," urainya.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved