Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Kepada Wabub Bengkalis, Warga Minta Trip Penyeberangan RoRo Ditambah

"Saat musim hujan bisa cepat busuk, apalagi sampai pelabuhan malam karena tidak ada trip penyeberangan harus menunggu pagi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Penguna saja RoRo Bengkalis terutama kendaraan angkutan barang berharap pemerintah bisa menambah batas maksimal tonase muatan kendaraan untuk menyeberang dari Sungai Selari munuju Bengkalis dan Sebaliknya.

Pasalnya tonase saat ini seberat delapan ton masih dinilai kurang oleh pengguna jasa.

Hal ini diungkap Meri satu diantara pedagang Bengkalis yang membeli barang dagangan dari Pekanbaru untuk dijual di Bengkalis.

Menurut dia, dengan batasan tonase sekarang yang hanya delapan ton sekali belanja dirinya harus melansir barang untuk diseberangkan.

"Kami harus melangsir dua mobil dari Pakning ke Bengkalis kalau belanja. Ini membuat kami menambah pengeluaran ongkos penyeberangan. Kalau ditambah tonasenya tentu kami bisa menghemat," ungkap Meri saat ditemui Wakil Bupati Bengkali Bagus Santoso di Pelabuhan Sungai Selari, Rabu (10/3) pagi.

Meri bercerita barang yang dibawanya tidak bisa bertahan lama di dalam mobil karena merupakan kebutuhan harian masyarakat berupa bawang dan sayur lainnya.

"Saat musim hujan bisa cepat busuk, apalagi sampai pelabuhan malam karena tidak ada trip penyeberangan harus menunggu pagi dahulu," terangnya.

Untuk itu pihaknya berharap pemerintah juga memperhatikan ini, kalau bisa ada penambahan trip penyeberangan malam hari.

Hal senada disampaikan Zulhendri, sopir mobil angkutan logistik berharap ada penambahan jadwal RoRo, mengingat barang yang dibawa harus cepat sampai.

"Kalau bisa ditambah jadwalnya pak, karena kami kadang kadang sampai ke Pakning ni tengah malam, akan sangat membantu kalau bisa langsung menyebrang. Maklum pak, kadang penerima barang butuh barangnya sampai dengan cepat," pinta Zulhendri.

Terkait permintaan sejumlah pengguna jasa Roro tersebut, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso mengatakan, apa yang menjadi keluhan para pengguna jasa Roro tersebut akan menjadi prioritas untuk segera dituntaskan.

"Keluhan semacam ini memang sering kita dengar dan ini menjadi komitmen Bupati, untuk mengurai dan mencarikan solusi terbaik persoalan tonase dan penambahan trip," ujarnya.

Jika nanti tonase angkutan sudah bisa ditambah dari ketentuan yang ada saat, para pelaku usaha bisa membongkar muatan di gudang BUMD yang ada di sebelah pelabuhan RoRo Air Putih. Kemudian setelah itu barang dilangsir dengan mobil angkutan yang lebih kecil.

"Insyaallah, persoalan ini akan segera teratasi," tandasnya.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved