Sabtu, 2 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Meski Kambing Takut Air, INILAH 9 Hewan Paling Bau di Dunia

Sebagaimana diketahui, setiap makhluk hidup memiliki aroma khasnya sendiri, termasuk hewan.

Tayang:
Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kambing memang takut air.

Maka sah sah saja jika dikatakan kambing memiliki bau yang tak sedap.

Akan tetapi, bukan kambing yang menjadi hewan paling bau.

Sebagaimana diketahui, setiap makhluk hidup memiliki aroma khasnya sendiri, termasuk hewan.

Pada dasarnya aroma yang dimiliki oleh hewan bukanlah aroma yang kuat atau menyengat.

Tetapi ada bebeberapa hewan yang memiliki aroma sangat kuat, bahkan cenderung mengganggu.

Berikut adalah hewan paling bau di dunia:

Kaki Seribu

Ilustrasi salah satu jenis millipede atau kaki seribu.(WIKIMEDIA COMMONS/Prosthetic Head)
Ilustrasi salah satu jenis millipede atau kaki seribu.(WIKIMEDIA COMMONS/Prosthetic Head) ()

ilansir dari OneKindPlanet, kaki seribu adalah salah satu hewan paling bau di dunia. Aroma tidak sedap dari kaki seribu berasal dari cairan yang dihasilkan pada saat mereka melingkarkan tubuhnya pada saat stres atau pada saat akan memangsa hewan buruannya.

Cairan bau yang dihasilkan oleh kaki seribu adalah asam hidrogen yang merupakan cairan beracun.

Cairan asam hidrogen yang dihasilkan oleh seekor kaki seribu mampu membunuh seekor tikus.

Sedangkan cairan dari seratus ekor kaki seribu cukup untuk membunuh seorang manusia.

Sigung

Sigung(Wikimedia Commons)
Sigung(Wikimedia Commons) ()

Aroma menyengat yang dihasilkan oleh sigung atau skunk berasal dari cairan yang keluar dari duburnya.

Bau yang dihasilkan bertujuan untuk melarikan diri dari predator.

Sigung juga menyemprotkan baunya apabila ia merasa terancam.

Sebelum mengeluarkan cairan berbau menyengat tersebut, biasanya sigung akan mengaum keras, lalu dia akan mengembangkan bulunya serta mengibaskan ekornya.

Cairan berbau dari sigung tidak berbahaya tetapi baunya akan tetap tercium dan menempel selama beberapa hari.

Dilansir dari OneKindPlanet, bau dari sigung dapat tercium bahkan dari jarak setengah kilometer.

Kukang

Primata Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) menaiki pohon saat habituasi sebelum pelepasliaran kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/12/2020). Pelepasliaran ini terlaksana atas kerja sama Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia. Kukang yang dilepasliarkan terbagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 individu sudah dilaksanakan pada Selasa (15/12/2020) dan tahap kedua sebanyak 15 individu dilaksanakan pada Minggu (20/12/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Primata Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) menaiki pohon saat habituasi sebelum pelepasliaran kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/12/2020). Pelepasliaran ini terlaksana atas kerja sama Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia. Kukang yang dilepasliarkan terbagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 individu sudah dilaksanakan pada Selasa (15/12/2020) dan tahap kedua sebanyak 15 individu dilaksanakan pada Minggu (20/12/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) ()

Pada saat musim kemarau, biasanya bulu kukang berwarna coklat dan kumal. Sedangkan pada saat musim hujan bulu kukang akan memiliki corak berwarna hijau.

Dilansir dari BBC, corak hijau pada bulu kukang ini adalah algae yang tumbuh subur pada bulu kukang.

Corak ini menguntungkan bagi kukang karena dapat mempermudah kukang dalam berkamuflase untuk menghindari predator.

Selain itu, algae pada bulu kukang juga bermanfaat untuk memproduksi nutrisi esensial yang diperlukan oleh kukang.

Akan tetapi, dampak dari tumbuhnya algae pada tubuh kukang juga menjadikan kukang sarang untuk kumbang.

Biasanya kumbang akan berkembang biak pada tubuh kukang yang menyebabkan kukang menguarkan bau tidak sedap dari tubuhnya. Kumbang yang hidup pada tubuh kukang juga menyebabkan kukang memiliki banyak kutu di tubuhnya.

Kombinasi dari algae, kumbang, dan kutu yang hidup di tubuh kukang menjadikan kukang salah satu hewan paling bau di dunia.

Tasmanian Devil

Populasi tasmanian devil di alam liar diperkirakan hanya sebanyak 15.000 ekor saja.(Kompas.com/Ervan Hardoko)
Populasi tasmanian devil di alam liar diperkirakan hanya sebanyak 15.000 ekor saja.(Kompas.com/Ervan Hardoko) ()

Hewan yang dapat dikatakan aneh ini hanya dapat ditemukan hidup di Tasmania, Australia.

Tasmanian devil adalah mamalia yang memiliki ukuran tidak terlalu besar, nampak mengerikan tapi sebenarnya tidak berbahaya.

Tasmanian devil memiliki bulu berwarna hitam dan memiliki suara yang sangat keras.

Bau tidak sedap yang dikeluarkan oleh tasmanian devil disebabkan oleh rasa stres akibat merasa terancam.

Bau tersebut adalah cara mereka melindungi diri dari predator.

Musk Ox

Lembu yang hidup di Antartika ini memiliki bulu yang sangat lebat dan tubuh yang tegap berotot.

Tinggi dari musk ox dewasa dapat mencapai 1,5 meter dengan berat 400 kilogram.

Pada saat musim kawin, biasanya level testosteron pada musk ox jantan akan berada pada level tertingginya.

Sehingga musk ox akan menguarkan bau tajam yang dihasilkan dari urinnya yang bertujuan untuk menandai wilayah teritorinya dan untuk menarik musk ox betina.

Dilansir dari WorldAtlas, bau menyengat dari musk ox terdiri dari benzaldehid, kolesterol, dan laktat.

Trenggiling

Trenggiling adalah mamalia yang seluruh tubuhnya dilindungi oleh sisik keras yang komposisi utamanya adalah keratin. Trenggiling banyak ditemui di Asia dan Afrika.

Trenggiling biasanya memiliki ukuran hingga 175 sentimeter. Ia hidup di dalam lubang di tanah atau pada lubang di pohon.

Trenggiling merupakan hewan nokturnal yang aktif mencari makan di malam hari.

Bau yang dihasilkan oleh trenggiling berasal dari kelenjar di dekat anusnya yang menghasilkan cairan kimia yang baunya mirip seperti bau yang dihasilkan oleh sigung.

Biasanya trenggiling menguarkan bau ini untuk menghindari predator dan untuk menandai wilayah teritori mereka.

Kumbang Kotoran

Sesuai dengan namanya, kumbang kotoran atau dung beetle mengumpulkan kotoran hewan sebagai sumber makanannya.

Dilansir dari a-z Animals, gas bau yang dihasilkan oleh kumbang ini adalah campuran dari hidrogen peroksida, enzim, dan hidokuinon.

Kumbang kotoran akan mengeluarkan gas apabila mereka merasa terancam.

Gulo gulo (Wolverine)

Gulo gulo yang memiliki cakar sangat tajam ini memberikan kesan mengerikan.

Akan tetapi sebenarnya mereka cukup pemalu.

Walaupun pemalu, bukan berarti hewan ini tidak berbahaya.

Gulo gulo dapat mengalahkan hewan yang memiliki ukuran lima kali lebih besar dari ukuran tubuh mereka.

Gulo gulo juga memiliki kelenjar yang menghasilkan bau yang mirip dengan bau sigung yang biasanya mereka gunakan untuk menandai wilayah teritori mereka.

Zorilla

Zorilla adalah keluarga hewan yang mirip dengan musang. Zorilla banyak hidup di daerah Amerika Utara, biasanya di area berbatu.

Zorilla termasuk hewan yang paling bau di dunia karena memiliki kelenjar di sekitar anus mereka yang menghasilkan cairan berbau tidak sedap.

Biasanya mereka mengeluarkan aroma tidak sedap untuk melindungi diri dari predator.

Zorilla adalah hewan nokturnal yang aktif mencari makan di malam hari. Makanannya reptil kecil dan hewan pengeret.

https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/14/110232569/9-hewan-paling-bau-di-dunia?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved