Breaking News:

Karhutla di Pelalawan

Sesak Nafas Terjebak di Kabut Asap,Naik Speed 2 Jam Jalan ke Lokasi,Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Selain nafas sesak, jarak pandang sangat minim karena dikepung asap, mata perih, dada sakit karena sulit bernafas. Itu yang dirasakan tim pemadam

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Tim sempat terjebak asap tebal di lokasi Karhutla saat memadamkan api di Kecamatan Kuala Kampar pada Sabtu (13/3/2021) lalu. 

Operasi pemadaman dilanjutkan untuk mematikan si jago merah yang melalap lahan kosong berisi semak belukar.

"Pemadaman fokus di Sokoi karena apinya sangat besar, bahkan terlihat dari kejauhan kalau menyeberang laut," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Minggu (14/03/2021).

Menurut Abu Bakar, api muncul pada Rabu (10/3/2021) sore pekan lalu.

Kemudian, tim gabungan dari markas utama di Pangkalan Kerinci dikirim pada Kamis (11/3/2021) pagi dan tiba sore hari di Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar.

Pada Jumat (12/3/2021) dimulai operasi pemadaman ke Desa Sokoi setelah menginap satu malam di Teluk Dalam.

Tim gabungan harus menggunakan speedboat atau transportasi air lainnya, karena lokasinya cukup jauh dan harus melalui laut.

Saat berangkat dari dermaga Penyalai, Kuala Kampar, asap hitam membumbung ke langit sudah kelihatan dari yang jauh.

Jarak tempuh yang jauh dengan membawa berbagai peralatan menjadi kendala bagi petugas.

"Perjalanan memakan waktu hampir dua jam ke lokasi Karhutla. Berarti pulang dan pergi empat jam," tambah Abu Bakar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan ini menyebutkan, petugas tidak menginap di lokasi Karhutla.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved