Breaking News:

Inhil

Nenek Penjual Bensin Eceran Dibayar Uang Palsu di Riau, 2 Pelaku Remaja Sempat Lakukan Ini ke Korban

Peredaran uang palsu di Riau kembali terjadi. Seorang nenek penjual bensin eceran di Tembilahan jadi korban, pelaku dua remaja.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/T Muhammad Fadhil
Nenek Asiah menjadi korban peredaran uang palsu di Riau. Ia terlihat menunjukan uang palsu lembaran Rp. 100 ribu yang didapatkannya pembeli bensin eceran yang dijualnya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Peredaran uang palsu di Riau kembali ditemukan. Korbannya kali ini, seorang nenek penjual bensin eceran di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Dalam peredaran uang palsu di Riau itu, nenek Asiah (52) menjadi korban.

Asiah tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa meratapi nasib yang menimpanya harus kehilangan uang dan dagangan yang susah payah di carinya akibat peredaran uang palsu di Riau tersebut.

Dua orang pemuda menggunakan uang palsu membayar dagangan bensin eceran milik Asiah di Jalan Baharuddin Jusuf yang berdampingan dengan RM Beringin Jaya...

Asiah mengisahkan, peristiwa na’as tersebut terjadi pada Sabtu (13/3) sekira pukul 07.30 WIB.

Saat itu dua orang pemuda yang diperkirakan berusia 18 – 19 tahun datang ke kios bensin Asiah yang berdampingan dengan RM Beringin Jaya Tembilahan.

Baca juga: Sempat Bikin Panik Warga, Ular Piton di Tembilahan Akhirnya Diserahkan DPKP Inhil Ke BBKSDA Riau

Asiah memperlihatkan uang palsu lembaran Rp. 100 ribu yang didapatkannya dri pemuda konsumen bensin ecerannya.
Asiah memperlihatkan uang palsu lembaran Rp. 100 ribu yang didapatkannya dri pemuda konsumen bensin ecerannya. (Tribunpekanbaru.com/T Muhammad Fadhil)

“Dia beli bensin Rp. 10 ribu kemudian nambah lagi Rp. 20 ribu. Pemuda itu buru–buru dan mendesak ditunggu kawannya, dia bayar dengan uang palsu Rp. 100 ribu yang sudah di keronyok–keronyok,” tuturnya dengan kesal.

Asiah menambahkan, pada saat itu pelaku mendesaknya untuk segera memberikan uang kembalian sehingga dirinya tidak sempat lagi melakukan pemeriksaan terhadap uang yang diterimanya itu.

“Dia desak terus, katanya dia buru-buru, di tunggu kawannya di pom bensin. Uang yang ada di laci ni lah yang saya berikan sebagai kembaliannya, setelah dia jauh baru sadar kalau uang yang di kasih itu palsu,” terangnya.

Menurut Asiah, kejadian serupa juga pernah dialami beberapa pedagang lainnya, antara lain, pedang sayur keliling, warung rokok dan lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved