Breaking News:

Polisi Dalami Dugaan 30 Guru Ponpes di Pekanbaru Keracunan Makanan, Ini Kronologinya

Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita menjelaskan, awalnya ada salah satu guru ponpes menggelar acara syukuran akikahan anaknya.

ISTIMEWA
Petugas kepolisian mendatangi ponpes tempat para guru diduga alami keracunan makanan di Pondok Pesantren Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 30 orang guru di Pondok Pesantren (ponpes) Kuttab Al-Fatih, di Jalan SM Amin, Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya, mengalami gejala diduga keracunan makanan.

Puluhan guru itu mengalami gejala berupa mual.

Saat ini Polsek Tampan masih mendalami dugaan keracunan makanan yang dialami 30 orang guru Pondok Pesantren tersebut.

Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita menuturkan, peristiwa itu kini sedang didalami oleh pihaknya.

"Masih kita dalami karena belum menemukan bekas makanan," jelasnya, Rabu (17/3/2021) malam.

Dia memaparkan, para guru dibawa ke RS Aulia untuk mendapatkan penanganan medis.

"Sebahagian juga sudah ada yang pulang dari rumah sakit," paparnya.

Baca juga: Diduga Keracunan Massal, 30 Orang Guru Ponpes di Pekanbaru Mual Usai Santap Makanan Akikahan

Baca juga: VIDEO: Puluhan Ibu dan Anak Keracunan Usai Santap Makanan dari Kegiatan Posyandu

Baca juga: Satu Keluarga Ditemukan Tewas, Diduga Keracunan Asap Genset yang Dinyalakan di Dalam Rumah

Sebagaimana diketahui, peristiwa diduga keracunan massal terjadi di Kota Pekanbaru.

Setidaknya sebanyak 30 orang guru di Pondok Pesantren (ponpes) Kuttab Al-Fatih, di Jalan SM Amin, Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya, mengalami gejala diduga keracunan berupa mual.

Hal ini mereka alami setelah menyantap makanan, dalam rangka syukuran akikahan salah satu guru di ponpes tersebut, pada Senin (15/3/2021) lalu.

Halaman
12
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved