Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Ungkap Mengapa Jalan di Pekanbaru Terus Digali, Ini Penyebabnya

Masyarakat Pekanbaru belakangan ini, nampaknya sudah jengah dengan aktivitas galian, yang menyebabkan jalan raya menjadi rusak.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Lubang jalan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masyarakat Pekanbaru belakangan ini, nampaknya sudah jengah dengan aktivitas galian, yang menyebabkan jalan raya menjadi rusak.

Kondisi ini menyebabkan para pengendara yang melintas rawan kecelakaan, aktivitas jual beli warga yang terdampak terganggu, hingga membuat estetika kota terkesan semraut.

Galian jalan yang dimaksud, mulai dari galian limbah IPAL, galian TV kabel, Telkom, jaringan gas (Jargas), hingga dalam waktu dekat, akan dikerjakannya galian pipa PDAM Tirta Siak Pekanbaru.

Ironisnya lagi, galian serupa terus dilakukan setiap tahunnya. Bahkan sebagian jalan yang sudah digali, tidak ditimbun seperti kondisi awal. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat bertambah marah, bahkan ini sudah berkali-kali dilaporkan ke DPRD Pekanbaru.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH mengakui hal itu. Politisi senior ini justru menguak, kenapa galian ini terus saja terjadi di Kota Pekanbaru.

"Ada beberapa hal, yang menyebabkan proyek galian ini eksis dilakukan setiap tahun. Tidak sinerginya antara pihak terkait dan masih adanya ego sentris masing-masing pihak. Sehingga kapan perlu, jalan bisa digali. OPD terkait di Pemko (Dinas PUPR) juga bisa dikondisikan," papar Ruslan, Jumat (19/3/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Secara pribadi, Ruslan sangat menyayangkan jika aksi bolak balik jalan yang digali ini diberikan izin oleh pemerintah daerah. Padahal Presiden Jokowi jauh-jauh hari sudah menginstruksikan kepada lembaga atau OPD terkait, agar saling bersinergi.

Sebagai contoh, untuk galian pipa, kabel dan sejenisnya, cukup dilakukan satu kali, dengan membuat terowongan besar, yang terkoneksi dari hulu ke hilir. Termasuk juga untuk tower telekomunikasi, bisa dibangun tower bersama.

Selanjut galian limbah IPAL, seperti sekarang di Jalan A Yani hingga ke daerah Jalan Sumber Sari di Kecamatan Lima Puluh, perlu dikaji lebih matang, agar masyarakat tidak terlalu lama dirugikan akibat aktivitas galian tersebut.

"Makanya dari sekarang, Pemko Pekanbaru harus memikirkan bagaimana untuk tahun-tahun selanjutnya, jangan ada galian jalan lagi. Buat lah perencanaan yang matang. Sehingga masyarakat tidak dirugikan terus menerus, apalagi dengan dalih proyek nasional dan sebagainya," terang Ruslan lagi.

Kepada kontraktor pelaksana galian juga, Ruslan mengharapkan agar menggali jalan tersebut, membuat perencanaan yang tak merugikan masyarakat.

"Khusus untuk galian limbah IPAL di Jalan A Yani hingga ke Sumber Sari ini, kita sudah masukkan dalam agenda Komisi IV DPRD Pekanbaru, untuk digelar hearing dengan kontraktor pelaksananya, yakni PT Adhi Karya. Tinggal mencocokkan waktunya saja," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved