Breaking News:

Pelalawan

Satu Bulan Lebih Belajar Tatap Muka Terbatas, Diskes Pelalawan Klaim Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Diskes Kabupaten Pelalawan Riau memastikan tidak ada lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama belajar tatap muka terbatas ini.

Istimewa
Aktivitas belajar tatap muka terbatas di SDN 010 dan 013 Pangkalan Kerinci. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Belajar tatap muka terbatas di sekolah telah berjalan satu bulan lebih.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan Riau telah membuka seluruh sekolah untuk aktivitas belajar mengajar.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan Riau memastikan tidak ada lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama belajar tatap muka.

Disdikbud menerapkan belajar tatap muka terbatas di sekolah di Pelalawan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca juga: 2 Helikopter Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan, Begini Hasilnya

Baca juga: Terjerat Korupsi Belanja BBM, Eks Pejabat Dinas PUPR Pelalawan Dituntut Hukuman Tinggi oleh Jaksa

Pelaksanaannya secara bertahap dan dimulai dengan ujicoba di beberapa sekolah hingga saat ini seluruh sekolah telah melaksanakan belajar dengan sistem terbatas.

Melalui pemantauan Satgas Covid-19 melalui Diskes Pelalawan, selama proses belajar terbatas tidak ada penambahan pasien corona secara signifikan.

Khususnya di kalangan siswa maupun guru serta petugas pendidikan lainnya yang terlibat dalam belajar tatap muka ini.

Pengecekan dilakukan secara berkala dengan melihat identitas dan usia pasien baru yang muncul.

Baca juga: Video: Massa Tunas Muda Geruduk DPRD Pelalawan, Minta Penjelasan Terkait Kasus Video Call Mesum

Baca juga: PNS Galau Menanti Tambahan Penghasilan Pegawai,3 Bulan Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pemda Pelalawan

"Sampai saat ini belum ada kasus yang ditemukan di kalangan siswa ataupun sekolah selama belajar tatap muka terbatas ini," ungkao Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (19/03/2021).

Asril menyebutkan, pasien positif Covid-19 yang muncul satu bulan terakhir berkurang drastis dari satu bulan sebelumnya.

Selain itu pasien baru kebanyakan berasal dari orang dewasa atau orangtua yang usianya tidak masuk kategori anak sekolah lagi.

Dalam proses tracing contac juga tidak ditemukan penularan dari sekolah atau aktivitas belajar.

Untuk itu, Diskes mewanti-wanti Disdikbud dan pihak sekolah untuk komitmen dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat selama proses belajar tatap muka di sekolah, agar tidak muncul klaster dalam dunia pendidikan setelah semua sekolah diizinkan untuk dibuka.

Baca juga: Mantan Pejabat Dituntut 7 Tahun 6 Bulan, Denda Rp 300 Juta,Sidang Korupsi Belanja BBM di Pelalawan

"Jika temukan kasus penularan, kita akan cabut izinnya dan sekolah ditutup. Itu konsekuensinya," tandas Asril. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved