Breaking News:

Berita Riau

Ini yang Dilakukan Kemenkumham Riau Lindungi Potensi Kekayaan Intelektual Komunal di Kuansing

Gandeng Disbudpar Kabupaten Kuansing, Kanwil Kemenkumham Riau menggelar promosi dan diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) merupakan salah satu aset daerah yang perlu dilindungi dan dicatatkan untuk menghindari pengakuan atau klaim dari pihak lain.

Termasuk KIK yang ada di Provinsi Riau. Untuk itu, jajaran Kanwil Kemenkumham Riau kembali gencar mengejar potensi KIK tersebut.

Dengan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kuansing, Kanwil Kemenkumham Riau menggelar promosi dan diseminasi KIK.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenkumham Riau, Pujo Harinto pasca resmi menjabat. Dia turut didampingi Kadiv Yankumham, Siti Cholistyaning dan jajaran lainnya.

Dipilihnya Kabupaten Kuantan Singingi, lantaran Kemenkumham Riau menilai, banyak potensi KIK dari daerah yang terkenal dengan pacu jalur itu, belum terinventarisasi dan tercatat dengan baik.

Baca juga: Jadi Tersangka SPPD Fiktif, Kepala BPKAD Kuansing Tak Penuhi Panggilan Jaksa, Apa Alasannya?

Baca juga: Jadi Tersangka SPPD Fiktif,Kepala BPKAD Kuansing Praperadilkan Kejari, Apa Tanggapan Kepala Kejari?

Baca juga: Kuansing Kekurangan Vaksin Covid-19, Segini Dosis yang Diminta ke Provinsi Riau

Contohnya ekspresi budaya tradisional seperti Randai yang sudah menjadi warisan budaya tak benda. Selain itu juga ada ekspresi budaya tradisional lainnya, seperti Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, Tari Podang Perisai dan sebagainya.

"KIK ini penting untuk diinventarisasi dan dicatatkan. Sehingga KIK yang merupakan bagian dari aset daerah ini dapat terlindungi. Begitu juga dengan yang sifatnya personal, perlu didaftarkan sebagai langkah terwujudnya perlindungan hukum bagi pelaku usaha terhadap produk yang dihasilkannya," kata Kakanwil Kemenkumham Riau, Pujo Harinto, Sabtu (20/3/2021).

Menurutnya, tidak ada perlindungan hukum tanpa pencatatan atau pendaftaran. Maka dari itu dia meminta, agar KIK dan bentuk kekayaan intelektual lainnya segera dicatatkan di Kemenkumham Riau.

Kegiatan promosi dan diseminasi ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Kuantan Singingi, Mursini. Hadir pula sejumlah kepala dinas.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber yang telah ditunjuk. Kegiatan ini dikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Disbudpar, Disperindag, dan pelaku ekonomi kreatif.

( tribunpekanbaru.com/ Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved