Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Kebakaran Hutan Capai 70 Hektar, Kapolres Siak: Kita Buru Pelaku dan Pemilik Lahan

Bupati Siak mendorong Polres Siak, Jaksa dan PN Siak untuk menangkap pelaku pembakar hingga menuntut maksimal dan memvonis dengan hukuman maksimal.

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten Siak selama 2,5 bulan mencapai 70 Ha.

Pemkab Siak bersama Forkompinda kabupaten Siak mempertegas sikap terhadap seluruh elemen termasuk desa dan perusahaan.

Pada rapat sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah daerah dengan OPD di lingkungan Pemkab Siak juga menyertakan camat dan sejumlah perusahaan, Jumat (19/3/2021).

Dalam rapat itu, semua unsur menandatangani komitmen bersama penanggulangan Karhutla 2021.

Bupati Siak Alfedri menegaskan tidak akan berkompromi terhadap pelaku Karhutla terkait proses hukumnya.

Tidak hanya Kebakaran hutan di Pelalawan, hingga saat ini Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten Siak selama 2,5 bulan mencapai 70 Ha.
Tidak hanya Kebakaran hutan di Pelalawan, hingga saat ini Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten Siak selama 2,5 bulan mencapai 70 Ha. (dok.tribun pekanbaru)

Ia mendorong Polres Siak, Jaksa dan Pengadilan Negeri (PN) Siak untuk menangkap pelaku pembakar hingga menuntut maksimal dan memvonis dengan hukuman maksimal.

“Dari 70 Ha lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan. Kendala yang kami hadapi selama ini adalah kurangnya petunjuk terhadap pemilik lahan yang terbakar,” kata Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto kepada Tribunpekanbaru.com, usai rapat.

Ia menegaskan sejak dalam rapat bahwa semua perusahaan wajib memiliki personel dan sarana prasarana (Sarpras) pemadaman kebakaran.

Jika tidak akan ada sanksi sesuai aturan berlaku. Kemudian ia terus memburu pelaku kebakaran dan pemilik lahan.

Baca juga: Kronologi Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma, Tidak Ada Korban Jiwa

Baca juga: Kok Bisa Jembatan 4 Meter Ini Habiskan Anggaran 200 Juta? Kata Kades Wadak Kidul: Pakai Paku Bumi

Baca juga: Bayi Dalam Perut Wanita Hamil 8 Bulan Hilang, Perutnya Sudah Robek, Terkapar di Kamar Mandi

“Jangan hanya mau untung saja pada pelaksanaan kewajiban tidak mau. Ini tidak benar karena Karhutla berdampak luas,” kata dia.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: jefri irwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved