Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Penampakan Hari Tanpa Bayangan di Tembilahan, Warga Rasakan Panas Menyengat

Hari tanpa bayangan atau yang juga dikenal sebagai Hari kulminasi utama akan terjadi sejak 19 Maret hingga 26 Maret 2021.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Provinsi Riau mengalami fenomena hari tanpa bayangan matahari.

Hari tanpa bayangan atau yang juga dikenal sebagai Hari kulminasi utama akan terjadi sejak 19 Maret hingga 26 Maret 2021.

Kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika tatahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Sejumlah daerah Provinsi Riau yang posisinya berada di sekitar garis khatulistiwa (Equator) akan mengalami fenomena ini, antara lain, yaitu, Rengat, Pangkalan Kerinci, Teluk Kuantan dan Tembilahan.

Berdasarkan jadwal Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, fenomena ini pertama kali akan mulai melintasi sejumlah wilayah Riau, antara lain, Rengat, Pelalawan, Tembilahan.
Momen langka dan unik ini pun terpantau terjadi dilangit Kota Tembilahan, Jumat (19/3) sekitar pukul 12.18 WIB.

Bentuk dan cahaya matahari pada siang hari tersebut memang terlihat tidak seperti biasanya.

Menurut seorang warga Tembilahan, cuaca saat bertepatan terjadinya fenomena unik ini lumayan panas menyengat meskipun cuaca terlihat mendung.

“Suhu 29°C, lumayan panaslah tak mendung mendung kali, karena di atas banyak awan juga. Tapi saat keluar tadi menyengat juga panasnya, lain kayak biasanya,” ungkap Safar, seorang warga Tembilahan saat melintas di Jalan Suntung Ardi Tembilahan.

Sementara itu, menurut BMKG Stasiun Pekanbaru, fenomena Kulminasi terjadi karena sebagian besar wilayahnya dilintasi garis khatulistiwa atau berada pada nol derajat.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut Kulminasi Utama, pada saat itu matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit
Akibatnya bayangan benda tegak, akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Hal inilah yang membuat kulminasi utama juga biasa dikenal dengan istilah hari tanpa bayangan.

Hari tanpa bayangan bisa terjadi karena bidang equator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang akliptika atau bidang revolusi bumi.

Sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun, hal ini disebut gerak semu matahari.

Bahkan Hari tanpa bayangan dinyatakan BMKG bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan di Riau, karena uap air yang cukup akan membuat penguapan maksimal.

Berikut jadwal kemunculan hari tanpa bayangan di Provinsi Riau:
Rengat 19 Maret 2021 pukul 12.18.02 WIB
Pangkalan Kerinci 19 Maret 2021 pukul 12.18.02 WIB
Tembilahan 19 Maret 2021 pukul 12.18.02 WIB
Teluk Kuantan 19 Maret 2021 pukul 12.21.39 WIB
Bangkinang 22 Maret 2021 pukul 12.25.40 WIB
Pasir Pangaraian waktu kulminasi 22 Maret 2021 pukul 12.25.40 WIB
Pekanbaru 22 Maret 2021 pukul 12.21.06 WIB
Selatpanjang 23 Maret 2021 pukul 12.15.45 WIB
Dumai 24 Maret 2021 pukul 12.20.45 WIB
Bengkalis waktu kulminasi 24 Maret 2021 pukul 12.17.52 WIB
Siak Sri Indrapura 26 Maret 2021 pukul 12.22.29 WIB. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved