Breaking News:

HEBOH Wanita Keluarkan Air Mata Darah Selama Menstruasi, Dokter Jelaskan Kelainan Ini

Dokter India baru-baru ini melaporkan kasus kelainan langka yang dialami seorang wanita berusia 25 tahun.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang wanita ketika sedang mengalami menstruasi bisa saja merasakan sakit yang amat sangat terutama pada perutnya, meski tidak semua wanita mengalaminya.

Tidak hanya itu, rasa ingin marah dan tidak nafsu makan juga dialami beberapa wanita.

Namun, kejadian langka dialami oleh seorang wanita di India.

Sebuah kondisi aneh dialami seorang wanita, di mana keluar darah dari matanya pada waktu tertentu.

Dokter India baru-baru ini melaporkan kasus kelainan langka yang dialami seorang wanita berusia 25 tahun.

Kondisi tersebut menyebabkan dia mengeluarkan darah dari matanya selama menstruasi.

Haemolacria, kondisi yang menyebabkan orang menangis darah, sangat jarang terjadi.

Baca juga: Arti Jayus, Arti Kata Burik, Maksud Klise dalam Kamus Bahasa Gaul 2021

Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini, Ada Tebus Murah Minyak Goreng, Hari Ini Terakhir Bund

Tetapi dokter menyebut kasus seorang wanita dengan kondisi serupa, tetapi bahkan lebih jarang yang disebut "ocular vicarious menstruation".

Seperti namanya, hal itu menyebabkan penderita wanita mengeluarkan darah dari matanya, tetapi hanya selama periode menstruasi bulanan.

Wanita berusia 25 tahun, yang namanya tidak diungkapkan karena alasan privasi, mengunjungi ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di Chandigarh, mengeluh tentang tangisan darah.

Semua tesnya normal, dan hanya setelah wanita itu mengungkapkan bahwa hal yang sama telah terjadi sekitar waktu yang sama pada bulan sebelumnya, dokter membuat kaitannya dengan menstruasi.

Baca juga: Hasil LIDA Tadi Malam Iqhbal Sumbar Lolos, Kayla Dari Maluku Tersenggol di TOP 70 Grup 3 Putih

Baca juga: Bikin BERGIDIK: Pesan Mulia Sang Istri Usai Dibakar Suaminya Sendiri: Mak, Jangan Dendam Ya

"Estrogen dan progesteron dapat meningkatkan permeabilitas kapiler yang mengakibatkan hiperemia, kemacetan, dan perdarahan sekunder dari jaringan ekstrauterin," tulis penulis studi yang mendokumentasikan kasus wanita tersebut.

Setelah didiagnosis, wanita tersebut dirawat dengan kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron, dan setelah tiga bulan tindak lanjut dia melaporkan bahwa perdarahan mata sudah tidak terjadi lagi. (sal/tribun-medan.com)

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik? Langsung saja berlangganan Majalah Intisari. Tinggal klik di https://www.gridstore.id/brand/detail/27/intisari

Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved