Liga Italia

Inter Milan Gagal Bangun Stadion Baru, Steven Zhang Semakin Tertekan dengan Keuangan I Nerazzurri

Inter Milan semakin terpuruk dalam pengelolaan klub oleh pemilik perusahaan asar China, Suning.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ilham Yafiz
MARCO BERTORELLO / AFP
stadion San Siro di Milan pada 18 Maret 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Inter Milan semakin terpuruk dalam pengelolaan klub oleh pemilik perusahaan asar China, Suning.

Inter Milan kini dalam persoalan besar pengelolaan keuangan klub yang belum jelas.

Belum usai soal keuangan klub, Inter Milan harus dihadapkan dengan pesoalan baru mengenai stadion baru mereka yang akan dibangun.

Tapi yang terjadi, niat untuk mendapatkan stadion baru milik sendiri tak kesampaian.

Wali Kota Milan Beppe Sala minggu ini mengeluarkan pernyataan yang berujung pada penundaan proyek pembangunan stadion baru.

Bermitra dengan rival sekota AC Milan, Nerazzurri ingin membangun lahan baru dan telah berdiskusi dengan pemerintah kota mengenai perencanaan dan pendanaan proyek.

Stadion San Siro
Stadion San Siro (FOTO / AFP)

Namun, pertanyaan lanjutan dari Sala membuat I Nerazzurri mengeluarkan pernyataan pedas.

Seperti yang dilaporkan Dalam edisi surat kabar Tuttosport yang dilansir dari Sempreinter, Presiden I Nerazzurri Steven Zhang semakin frustrasi dengan pembicaraan mengenai kepemilikan klub.

Zhang, melalui perusahaan Suning, ingin membawa investasi ke Biscione dan juga telah membahas potensi penjualan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Ia juga telah berbicara dengan pemerintah kota Milan untuk meminta klarifikasi pada bulan Januari silam.

Suning percaya bahwa ini diberikan pada saat itu dan seharusnya telah diberikan.

Ternyata kini proyek diblokir. Suning merasa hal ini telah menyebabkan ketidakpastian lebih lanjut dan menghambat negosiasi dengan calon investor mereka untuk menyelamatkan keuangan Inter Milan.

Presiden Inter Milan, Steven Zhang.
Presiden Inter Milan, Steven Zhang. (Calciomercato)

Antonio Conter Pusing

Pelatih Inter Milan Antonio Conte dibuat pusing menjelang laga melawan Sassuolo di lanjutan Liga Italia.

Antonio Conte kebingungan karena banyak pemain Inter Milan yang terinfeksi Virus Corona sehingga tidak bisa melakoni pertandingan untuk sementara waktu di Liga Italia.

Saat ini, tercatat 7 pemain Inter Milan yang berada langsung di bawah asuhan Antonio Conte terinfeksi Virus Corona dan beresiko terinfeksi Virus Corona.

Akibat kondisi itu, Antonio Conte dihadapkan pada resiko kekalahan Inter Milan dalam laga lanjutan di Liga Italia.

Padahal, La Beneamata (julukan Inter Milan ) tengah berada di jalur juara dan menempati peringkat 1 klasemen sementara Liga Italia.

Beberapa pemain Inter Milian yang terinfeksi Virus Corona adalah Danilo D'Ambrosio dan Samir Handanovic.

Dari dua pemain itu, virus mematikan tersebut menginfeksi Stefan de Vrij dan Matias Vecino.

Dikutip Tribunpekanbaru.com dari Sempre Inter pada Jumat (19/3/2021) disebutkan, Virus Corona diperkirakan akan mengancam gelar juara Liga Italia bagi Inter Milan karena kehilangan sejumlah pemain akibat terserang Virus Corona.

Selain itu, meski memuncaki klasemen sementara Liga Italia sejak beberapa pekan terakhir,

namun bukan berarti Inter Milan akan keluar sebagai juara dan meraih gelar Scudetto.

Sebab, perjalanan Liga Italia masih panjang. Saat ini, Inter Milan masih menyisakan 10 pertandingan.

Artinya, perjalanan masih panjang, dan bukan tidak mungkin Inter Milan ditelikung oleh AC Milan atau sang juara bertahan Juventus yang kini menempati peringkat ketiga dengan poin 52.

Menyikapi itu, pelatih Inter Milan, Antonio Conte ternyata sudah mewanti-wanti timnya untuk tidak jumawa.

Dan tetap mempertahankan stabilitas performa agar tetap berada di puncak klasemen Liga Itala.

Dikutip Tribunpekanbaru.com dari Gazzetta dello Sport pada Jumat (12/23/2021) disebutkan bahwa,

Antonio Conte telah menyiapkan 5 rumus untuk tetap berada di jalur juara.

Pelatih Inter Milan Antonio Conte
Pelatih Inter Milan Antonio Conte (Miguel MEDINA / AFP)

Berikut aturan dari Antonio Conte

1. Soliditas Teamwork

Tidak ada ruang ganti pribadi bagi siapa pun pemain Inter Milan.

Seperti diketahui, sejumlah pemain top memiliki ruang ganti personal mereka di tim yang mereka bela.

Sementara, di Inter Milan, ruang ganti adalah tempat paling egaliter sebagai pemain Inter Milan.

Kerjasama tim adalah di atas segalanya.

Tidak ada pemain senior maupun junior.

Para pemain berpengalaman seperti Ashley Young, Aleksandar Kolarov, Arturo Vidal dan Alexis Sanchez semuanya menjadi contoh bagi para pemain muda di klub.

2. Batasi Kontak dengan Orang Lain

Antonio Conte juga mendesak para pemain Inter untuk membatasi kontak dengan orang lain di luar lapangan dalam upaya membatasi risiko tertular COVID-19.

Selain itu, para pemain juga diminta untuk rileks dan beristirahat sebanyak mungkin untuk pulih lebih cepat di sela-sela pertandingan.

3. Terus Kejar Bola

Salah satu terkenal dari Antonio Conte adalah begitu bola hilang, tim harus segera mencari untuk mendapatkan bola kembali.

4. Diet Ketat

Antonio Conte juga meminta ahli gizi klub untuk memperhatikan menu makanan para pemain.

Para pemain diminta untuk diet dan hanya mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh ahli gizi klub.

5. Hindari Kartu

Antonio Conte meminta para pemainnya untuk konsentrasi maksimum agar terhindar dari kartu dan diusir keluar lapangan, jika tidak pemain akan didenda, seperti yang terlihat ketika Vidal diusir dari lapangan melawan Real Madrid di Liga Champions UEFA.

Dan 5 aturan yang diberlakukan oleh Antonio Conte tersebut sudah diterapkan dengan ketat. Dan kini, lihat saja hasilnya, Inter Milan sukses merangsek di klasemen Liga Italia.

BERITA TERKAIT INTER MILAN

( Ilham Yafiz / Tribunpekanbaru.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved