Breaking News:

Sudah 49 Kali Kejadian Lahan Terbakar, Karhutla di Siak Hanguskan 85,6 Ha Lahan Dominan Gambut

Karhutla di Siak telah menyebabkan 85,6 Ha lahan terbakar yang terdiiri dari wilayah pertanian dan hutan dalam rentang Januari-Februari 2021.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
istimewa
Karhutla di Siak tepatnya di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Jumat (5/3/2021). Karhutla di Siak telah menyebabkan 85,6 Ha lahan terbakar yang terdiiri dari wilayah pertanian dan hutan dalam rentang Januari-Februari 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Karhutla di Siak telah menyebabkan 85,6 Ha lahan terbakar yang terdiiri dari wilayah pertanian dan hutan dalam rentang Januari-Februari 2021.

Terdapat 49 kejadian Karhutla dalam 2 bulan tersebut dengan sedikitnya 28 titik kebakaran.

Masyarakat Kabupaten Siak diuntungkan dengan turunnya hujan beberapa kali dalam minggu kemarin.

Hal tersebut melegakan baik Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) maupun masyarakat umum.

Bupati Siak Alfedri mengungkapkan, kobaran api Karhutla di daerah dominan gambut untuk kabupaten Siak mengalami perkembangan yang baik.

Jumlah luasan Karhutla tidak separah pada 2016 ke bawah, karena itu Siak menjadi tim terbaik untuk penanggulangan Karhuta di 7 kabupaten dominan gambut di Riau.

“Ini patut kita syukuri namun tetap kita waspadai terkait potensi Karhutla. Meski kita sudah memperbaiki diri agar Karhutla tidak terjadi dan dapat ditanggulangi, namun pada 2021 ini daerah kita sudah dilanda Karhutla,” kata Alfedri, Minggu (21/3/2021).

Dari data yang diuraikannya, sedikitnya sudah terbakar seluas 85,6 H lahan dan hutan di kabupaten Siak. Kebakaran ini terjadi hanya dalam waktu 2 bulan yakni Januari-Februari 2021.

Karhutla yang telah menghanguskan 85,6 Ha lahan pertanian dan hutan itu akibat 49 kejadian Karhutla dalam 2 bulan tersebut. Sedikitnya terdapat 28 titik kebakaran.

Alfedri menguraikan, pada Januari 2021 terdapat 3 titik Karhutla dengan 3 kali kejadian. Kejadian itu menghanguskan 10, 4 Ha lahan dan hutan.

Pada Februari 2021 terdapat 46 kejadian dengan total jumlah titik karhutla sebanyak 24 titik. Dari seluruh kejadian pada Februari tersebut sedikitnya telah menghanguskan 75,2 Ha lahan dan hutan.

“untuk ukuran waktu yang dua bulan, jumlah ini sangatlah besar. Padahal keinginan kita Siak zero Karhutla 2021. Meski keinginan itu tidak tercapai namun kita harus bersama-sama agar di Maret ini hingga Desember nihil titik api,” kata dia.

Menurut Alfedri, masih adanya kasus Karhutla tersebut menandakan belum maksimalnya penyadartahuan dan sosialisasi pencegahan dan penangan Karhutla pada masyarakat. Kemudian masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Luas kawasan hutau atau HGU perusahaan yang merata di kecamatan menyebabkan besarnya potensi Karhutla di kabupaten Siak,” kata dia.

Alfedri menawarkan solusi untuk mengatasi Karhutla sejak awal. Ia telah menetapkan secara resmi kabupaten Siak siaga darurat Karhutla. Ia juga meminta camat, Upika, Bhabinkamtibmas dan Baninsa untuk menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Pihak kepolisian harus memberlakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran,” kata dia.

Alfedri juga meminta adanya patroli rutin bersama BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, MPA, relawan dan pihak swasta. Camat dan Penghulu Kampung juga diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya Karhutla.

“Pihak perusahaan juga harus melaporkan ketersediaan sarana prasarana pemadamnya serta kondisi lahannya,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Artikel lain terkait Karhutla di Siak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved