Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

Video: Sumber Air Jauh, Terpaksa Gunakan Embung Potable Memadamkan Karhutla di Kuala Kampar

Kendala stok air yang jaraknya cukup jauh dengan lokasi Karhutla di Pelalawan, tim terpaksa menggunakan embung potable

Tayang:
Penulis: johanes | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Tim gabungan pemadaman darat Kabupaten Pelalawan Riau masih berjuang keras untuk memadamkan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan hingga Jumat (19/03/2021).

Personil gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP dan Damkar, Tim rayon kecamatan, dan masyarakat setempat.

Tim sudah satu pekan lebih untuk memadamkan Karhutla di Pelalawan yang berada di beberapa desa.

"Sebagian besar sudah padam, tinggal asap saja yang tebal.

Kita sudah terbangkan drone tadi," terang Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (19/03/2021).

Abu Bakar menjelaskan, api berhasil dipadamkan setelah dua helikopter dikirim untuk melakukan water bombing ke lokasi Karhutla yang besar.

Kemudian tim darat bertugas untuk melakukan pendinginan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengantisipasi api kembali menyala dari kayu atau semak belukar bekas terbakar

Untuk itu, tim gabungan memfokuskan pendinginan di areal yang telah bebas dari si jago merah.

Namun kendala yang dihadapi oleh tim gabungan yakni stok air yang jaraknya cukup jauh dengan lokasi Karhutla.

Alhasil tim membawa embung potable atau penampung air yang bisa diangkut ke areal Karhutla.

Kemudian dua mesin penyedot air berfungsi untuk mengambil air dari parit dan diisi ke dalam embung.

Selanjutnya dua mesin lainnya menyedot dari embung untuk digunakan menyiram lahan bekas terbakar dalam proses pendinginan.

"Untuk sementara begitu solusi mengenai masalah air yang sulit ini. Sampai sekarang masih Pendinginan," tandasnya.

Embung Portable sengaja dibawa karena tim telah membaca situasi di Kuala Kampar yang sulit menemukan air dalam operasi pemadaman api. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved