Breaking News:

Pastikan Bersih dari Narkoba, Rupbasan Bengkalis Tes Urine Seluruh Pegawainya

Memastikan tidak dalam pengaruh dari Narkoba dan obat obatan terlarang, belasan Petugas Rupbasan Kelas II Bengkalis menjalani cek atau tes urine

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Istimewa
Belasan Petugas Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Klas II Bengkalis menjalani cek atau tes urine, Senin, (22/3/2021) pagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Belasan Petugas Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Klas II Bengkalis menjalani cek atau tes urine, Senin, (22/3/2021) pagi.

Tes urine ini untuk memastikan para petugas bersih dari Narkoba dan obat obatan terlarang, 

Pemeriksaan secara inspeksi mendadak (Sidak) ini berlangsung di Aula Kantor Rupbasan Jalan Pertanian Bengkalis.

Belasan petugas terdiri dari delapan petugas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sisanya tenaga Honorer.

Pemeriksaan urine petugas langsung dikomandoi oleh Kepala Rupbasan Arian Suswanto,dan disaksikan Kasubid Administrasi Pengelolaan Basan dan Barang Sitaan dan Keamanan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Riau, David Susilo.

"Kegiatan ini sebagai upaya untuk menangkal dan memastikan bahwa petugas petugas kita bebas dari bahaya Narkoba. Tentu dengan bebasnya petugas kita dari Narkoba maka akan sehat dan maksimal dalam menjalankan tugas," ujar Kepala Rupbasan Bengkalis.

Arian juga menyebutkan, dari hasil tes yang dijalankan bahwa urine dari seluruh petugas dilaporkan negatif mengandung obat obatan terlarang. "Dari 13 orang yang dites urine semua hasilnya negatif," terangnya.

Sementara itu ditambahkan, Kasubid Administrasi Pengelolaan Basan dan Barang Sitaan dan Keamanan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Riau, David Susilo mengapresiasi kegiatan tes urine ini. Hasil tes petugas seluruhnya negatif, dan bersih pegawainya dari Narkoba.

Kurir Narkoba Bungkus Sabu Pakai Kondom dan Diselipkan di Anus, Warga Riau Ditangkap di Sumsel

Tim narkoba mengamankan pengedar narkoba antar Provinsi Riau, Medan, dan Palembang.

Narkoba seberat 130 gram sabu-sabu berbentuk kondom dimasukan di dalam anus.

Tersangka bernama Ali Albughori (38) warga Riau yang sudah lalang melintang naik turun pesawat membawa narkoba jenis sabu-sabu tanpa hambatan dari pemeriksaan pihak bandara.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIk MH didampingi Kasubag Humas Ipda Budi AP SH dan Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma SIk mengatakan, terungkap dari laporan masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di Jalan Pangeran Ayin, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

"Tim undercover dari sat narkoba Polres Banyuasin berhasil, melakukan penangkapan dan barang bukti yang baru dikeluarkannya dari anus," ungkap Kapolres, Jum'at (19/3/2021).

Lalu, undercover polisi narkoba Banyuasin melakukan penggeledahan di rumah salah seorang warga bernama Ruslan.

Sesampainya di lokasi, ternyata Ruslan sudah kabur dan polisi menemukan barang bukti berupa 4 paket sabu dan hanya tersangka Ali Albughori yang diamankan.

"Setelah kita interogasi, tersangka Ali mengakui kalau sabu - sabu miliknya. Sabu-sabu ini dipesan oleh Ruslan dari seorang bernama Andre dari Riau dan diantarkan Ali dengan menggunakan transportasi udara, naik pesawat tujuan Palembang," tutur Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, di dalam perjalanan dari Riau menuju Palembang, bebas hambatan, dari pemeriksaan karena narkoba tadi disimpannya di dalam perut melalui anus.

"Untuk melancarkan narkoba tadi dikemas sedemikian rupa dimasukan dalam kondom. Lalu kondom dimasukkan kebagian anusnya," jelas AKBP Imam sehingga lolos dari pemeriksaan petugas bandara.

Sementara Kasar Narkoba AKP Widhi Andika Darma menambahkan, dari kejadian tersebut Polres Banyuasin mengamankan 4 paket sabu-sabu , 1 handphone, 1 dompet dan 2 lembar tiket pesawat.

"Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 2 Ayat 2 tentang Undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati dan ancaman penjara paling singkat 6 tahun," tandasnya. (sp/mbd)

Kurir Narkoba Jaringan Malaysia 

Kasus Penyelundupan Narkoba ke Riau ini dilakukan sindikat internasional dari Malaysia dan memanfaatkan kurir Narkoba dari warga lokal.

Kasus penyelundupan Narkoba ke Riau dari Malaysia tersebut segera disidangkan setelah BNN menyerahkan kurir Narkoba ke Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Bersamaan dengan kurir Narkoba kasus penyelundupan Narkoba ke Riau dari Malaysia itu,  Kejari Bengkalis menerima barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu seberat 52 kilogram pada Kamis (25/2) siang.

Penyelundupan Narkoba ke Riau dari Malaysia, Kurir Sabu-sabu Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara. Foto: Penyerahan berkas dan tersangka serta barang bukti
Penyelundupan Narkoba ke Riau dari Malaysia, Kurir Sabu-sabu Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara. Foto: Penyerahan berkas dan tersangka serta barang bukti (Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir)

Pelimpahan langsung diterima Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Immanuel Tarigan didampingi Jaksa Irvan R Prayoga.

Dalam pelimpahan tahap II ini Jaksa menerima langsung tersangka dan berkas beserta barang bukti.

Tersangka yang dilimpahkan yakni  Syarifuddin warga Dumai dan Riki Ninja yang juga warga binaan Lapas Bengkalis.

Immanuel Tarigan menyatakan, berkas dua tersangka dinyatakan lengkap atau P21.

Tersangka saat ini menjadi tahanan Kejaksaan dan dititipkan di Rutan Polres Bengkalis hingga di limpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkalis.

Menurut Kasi Pidum, berdasarkan informasi dari tahap II tadi, kasus ini berawal dari tersangka Syarifuddin dan Syamsir (DPO) terendus petugas menyelundup barang haram sabu dari Malaysia ke Bengkalis, beberapa waktu lalu.

"Tersangka Syarifuddin dan Syamsir menjemput Narkoba dari Dumai ke Malaysia yang di kendalikan Riki Napi Lapas.

Mereka di Malaysia bertemu seseorang yang tidak di kenali dan menerima 50 bungkus (sabu) dalam kemasan teh cina, " terangnya.

Setelah menerima Sabu puluhan kilogram itu, tersangka membawanya ke Bengkalis lewat Pantai Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana.

Saat berada Pantai Tanjung Leban mereka terendus petugas BNN dan dilakukan pengejaran. 

Petugas mendapati barang bukti di speedboat digunakan sementara Syarifuddin ditangkap di kediamannya di Dumai setelah berhasil melarikan diri dari kejaran petugas di Tanjung Leban.

Aksi nekad Syarifuddin membawa 52 kilogram sabu itu karena tergiur upah yang besar.

Per kilogram sabu, Syarifuddin dijanjikan upah Rp7juta oleh Riki alias Ninja.

Pengakuan Syarifuddin, ia disuruh Riki menjemput barang ke Malaysia adalah Narkotika jenis sabu.

Ia dan Napi Lapas Kelas II Bengkalis itu sudah saling menghubungi.

"Ya saya Tahu. Saya dijanjikan upah bersama teman saya 7 juta per kilogram dan baru menerima 9 juta dari yang dijanjikan, "singkatnya seraya mengaku paham dengan resiko hukum yang dihadapi.

Akibat perbuatan, Syarifuddin dan Riki Napi Lapas Bengkalis terancam hukuman 20 Tahun penjara atau seumur hidup.

Sementara rekam Syarifuddin saat membawa sabu yakni Syamsir masih dalam buruan petugas BNN.(*)

(Tribunpekanbaru.com/ Muhammad Natsir)

Artikel terkait Narkoba di Bengkalis lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved