Pelaksanaan UAS di Kepulauan Meranti Dipercepat Minggu Depan
Pelaksanaan UAS atau Ujian Akhir Sekolah di Kepulauan Meranti, Riau mulai Minggu depan.
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pelaksanaan UAS atau Ujian Akhir Sekolah di Kepulauan Meranti, Riau mulai Minggu depan.
Walaupun jadwal provinsi pelaksanaan UAS dilaksanakan berkenaan dengan waktu puasa.
Demikian disampaikan oleha Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti Triyono
"Jadi pelaksanaan kita percepat sebelum puasa, karena pelaksanaan UAS saat puasa tentu banyak berpengaruh terhadap siswa," ungkap Triyono kepada Tribun saat ditemui di ruang kerjanya Senin (22/3/2021).
Dirinya mengatakan dalam pelaksanaan UAS Disdikbud Kepulauan Meranti telah menyiapkan juknis dan soal yang akan diujikan bagi siswa tingkat SD dan SMP.
Perbedaanya untuk soal tingkat SD ditangani oleh kelompok Kecamatan melalui korwil, dan untuk SMP ditangani oleh Kabupaten.
Walaupun soal yang dibuat telah menyesuaikan dengan kondisi pandemi.
"Jadi isinya kisi-kisi pandemi keputusan 3 mentri, karena kurikulum sebenarnya Kurikulum 13. Kurikulum pandemi adalah segmen-segemn dari kurikulum 13, jadi untuk memudahkan siswa karena kondisi pandemi," ujar Triyono.
Selain itu ujian nantinya akan dilaksanakan secara silang, yang artinya soal siswa yang satu dengan yang lain berbeda. Triyono juga menjelaskan seluruh soal telah disebar ke seluruh sekolah.
"UAS-nya silang, soalnya dibuat Kabupaten melalui kelompok guru mata pelajaran," ujarnya.
Dirinya mengatakan telah membuat Pakta Integritas kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan kecurangan seperti membocorkan soal yang telah dibagikan.
"Kita sudah buat Pakta Integritas dengan pihak sekolah, sehingga kita yakinkan tidak ada kebocoran," ujarnya.
Dirinya menambahkan untuk teknis UAS diberikan kebebasan kepada sekolah dengan 3 sistem ujian yaitu Ujian Tulis Berbasis Kertas, Ujian Berbasis Komputer dan Ujian Berbasis Online.
"Ujian bentuknya kita beri kebebasan kepada sekolah karena itu bergantung pada SK 3 mentri," tuturnya.
Dirinya mengatakan setelah pelaksanaan ujian bayinya sekolah akan melaporkan kepada Disdikbud hasil pelaksanaan ujian.
"Nanti sekolah melaporkan, hasilnya nanti kita analisa mana sekolah yang mutunya paling rendah dengan sekolah yang mutunya paling tinggi. Kita juga melihat apakah soal yang diberikan guru ini valid atau tidak valid." Pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ujian-smp-mudah_20150504_114402.jpg)