Breaking News:

Berita Riau

Apa Kabar Kelanjutan Penyelidikan Dugaan Korupsi di PT SPR? Asintel Kejati Riau Beri Penjelasan

Pihak Kejaksaan juga didesak memeriksa Rahman Akil selaku Direktur perusahaan PT SPR 2010-2015, dimana ada kerugian negara mencapai Rp 84 miliar.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Penanganan dugaan korupsi di BUMD Provinsi Riau, yakni PT SPR diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar pada era 2010-2015. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kelanjutan penyelidikan dugaan korupsi di PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), oleh jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, belum diketahui pasti perkembangannya.

Pihak kejaksaan pun saat ditanyai soal perkembangan penanganan perkara dugaan rasuah di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau itu, belum mau menyampaikannya.

"Jadi begini, mohon maaf sebelumnya, bukannya tidak mau berbagi informasi, karena ini masih penyelidikan, jadi tindakannya belum pro justicia," kata Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Selasa (23/3/2021).

Untuk itu Raharjo menuturkan, pihaknya belum bisa menyampaikan perkembangan penyelidikannya.

"Jadi mohon maaf, saya tidak bisa memberikan keterangan terkait dengan hal itu. Karena menurut Undang-undang keterbukaan informasi publik, itu termasuk hal yang dikecualikan," terangnya.

Baca juga: Mama Muda Di Sumsel Digauli 7 Kali Oleh Abang Ipar, Polisi Malah Sebut Sama-sama Pengen

Baca juga: Cek Alat Kesehatan Terkait Dugaan Korupsi Bankeu Rp41 M, Kejati Riau Datangi RSUD Indrasari Inhu

Sementara itu, Kejati Riau diketahui tengah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau.

Hal itu terkait dengan temuan mengenai kerugian negara.

Tidak sampai disitu, selain berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Riau, jaksa penyelidik juga mengagendakan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya.

Mereka berasal dari PT SPR itu sendiri.

Sementara itu, mantan Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi pernah menuturkan, dalam penyelidikan dugaan korupsi tersebut, ada permasalahan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh BUMD tersebut.

Baca juga: Biar Makin Jelas, Hakim Setuju Sekda Riau Non Aktif Yan Prana Hadir Langsung di Sidang Berikutnya

Baca juga: VIDEO: Sekda Riau Non Aktif Yan Prana Didakwa Korupsi Rp 2,8 M di Kasus Angaran di Bappeda Siak

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved