Breaking News:

Berita Riau

Lebih Ganas dari Covid-19, Kadiskes Riau Ingatkan Warga Soal Bahaya Penyakit TBC

Menurut data WHO tahun 2020, masih terdapat 10 juta orang di dunia jatuh sakit karena TB dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal dunia karenanya.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Puncak peringatan Hari TBC se Dunia digelar di Jalan Cut Nya Dien Pekanbaru, saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Minggu (31/3/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selain wabah Covid-19, Kadiskes atau Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir juga mengingatkan warga Riau agar waspada terhadap penularan penyakit Tuberkulosis, Selasa (23/3/2021).

Sebab kata Mimi, penyakit yang dikenal dengan sebutan TBC/TB ini lebih dahsyat dibandingkan Covid-19.

Apalagi TBC merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama masyarakat di Indonesia saat ini.

Menurut data WHO tahun 2020, masih terdapat 10 juta orang di dunia jatuh sakit karena TB dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal dunia karenanya.

Baca juga: VIDEO: Gubernur Riau Sidak Sejumlah Sekolah Cek Protokol Kesehatan Covid-19

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19 di Sekolah, Gubri Syamsuar Ingatkan Tenaga Pendidik Harus Ikut Divaksin

Puncak peringatan Hari TBC se Dunia digelar di Jalan Cut Nya Dien Pekanbaru, saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Minggu (31/3/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).
Puncak peringatan Hari TBC se Dunia digelar di Jalan Cut Nya Dien Pekanbaru, saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Minggu (31/3/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Di Indonesia, kata Mimi, termasuk 8 negara yang menyumbang 2/3 kasus TB di seluruh dunia dan menempati posisi kedua setelah India dengan kasus sebanyak 845 ribu, dengan angka kematian sebanyak 98 ribu atau setara dengan 11 kematian per jam.

"Kalau kita lihat tentunya ini lebih dahsyat dibandingkan Covid-19," kata Mimi, Selasa (23/3/2021).

Mimi mengatakan bahwa saat ini Indonesia bahkan dunia masih dalam pandemi Covid-19, dengan angka kematian 2,4 persen dari jumlah 35 ribu kasus yang ada di Provinsi Riau.

"Tentunya ini menjadi perhatian kita semua selain Covid-19 masih ada penyakit yang mempunyai angka kematian cukup tinggi di negara kita," pungkasnya.

Seperti diketahui, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis, ini sebut Mimi merupakan momentum untuk mendorong penetapan TB sebagai isu prioritas pembangunan nasional, yang mana hal tersebut merupakan salah satu standar pelayanan minimum dalam bidang kesehatan.

Baca juga: Idap Penyakit TBC Kulit, Penampilan Dua Gadis di OKU Terlihat Seperti Anak-anak

Kakak beradik penderita penyakit aneh, Nadia (19) pakai jilbab dan sang adik Vika (11) memakai baju kaos putih.
Kakak beradik penderita penyakit aneh, Nadia (19) pakai jilbab dan sang adik Vika (11) memakai baju kaos putih. (Sripoku.com/Dokumen Polsek Lubukbatang)

"Ini merupakan salah satu dari standar pelayanan minimum yang ada dinasional salah satunya dibidang kesehatan yaitu bagaiman kita melakukan pengobatan, setiap masyarakat yang menderita TB harus mendapat pengobatan, sehingga beban kesehatan masyarakat dan ekonomi tidak semakin berat kalau permasalah TB ini bisa kita atasi," katanya.

Masih banyak penderita TB di Provinsi Riau yang masih tersembunyi dan belum mendapatkan pengobatan.

Dengan adanya sinergi bersama TP PKK, Mimi berharap semakin banyak penderita TB bisa ditemukan dan diberikan obat.

"Mari kita sama-sama berkolaborasi dalam menangani TB, saya optimis dengan peran TP PKK bisa meningkatkan capaian temuan TB di Provinsi Riau," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved