Breaking News:

ABG Ini Jual Nama Guru Dan Korbankan Teman Untuk Enak-enakan Selama Tiga Hari Dengan Cowoknya

ABG itu dijemput oleh teman perempuannya bernama Elsa. Namun setelah ditunggu-tunggu, MS tak kunjung kembali ke rumah.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Istimewa
ilustrasi 

Selama berada di sana, ternyata orangtua MS mencari-cari keberadaan putrinya yang tak kunjung pulang setelah pamit dari rumah untuk belajar ke rumah guru.

Hingga akhirnya wanita berkulit putih itu dilaporkan hilang ke kantor Polsek Pangkalan Kerinci.

"Kita resah dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Ada remaja yang hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Ternyata dibunuh oleh teman laki-lakinya," ujar Kapolsek Novaldi.

RM, ayah MS, saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com, membenarkan jika putrinya telah ditemukan di Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu.

Ia juga tidak menampik jika anak gadisnya dibawa oleh pria yang mengaku sebagai pacarnya, yang juga warga Pangkalan Kerinci.

Lelaki tersebut berinisial PU yang berusia 19 tahun, bukan anak di bawah umur dan tidak berstatus pelajar.

"Dia bawa putri saya ke rumah keluarganya di Air Molek. Itu keluarga dari ibunya," terang RM saat dihubungi Tribunpekanbaru.com pada Rabu (24/3/2021).

RM menceritakan, setelah mereka melaporkan kehilangan putrinya ke Polsek Pangkalan Kerinci, ada informasi jika putrinya Dibawa Kabur oleh pacarnya.

Diketahui MS berpacaran dengan PU selama 11 bulan ini.

Kemudian ibu MS menemui ibu PU di rumahnya yang tinggal di Jalan Sepakat Pangkalan Kerinci.

Kedatangan sang ibu, untuk menanyakan putrinya yang hilang dan selama ini berpacaran dengan PU.

Setelah didesak beberapa orang, ibu PU mengakui jika putranya dan MS berada di Air Molek di rumah keluarganya.

Alhasil mereka berangkat secara bersama-sama ke Air Molek tepatnya di Desa Lala untuk menjemput keduanya pada Selasa (23/03/2021) malam lalu.

"Sampai sekarang mereka masih di polres, ibunya yang menemani. Saya belum ada berbicara dengan anak saya," terang MS.

Ia mengatakan jika PU tidak meminta izin saat membawa putrinya ke Air Molek hingga kalang kabut ketika sang putri tak kunjung pulang berhari-hari.

Pihak keluarga sedang mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Mereka berencana melaporkan PU atas tindak pidana membawa kabur anak di bawah umur ke polisi.

Tujuannya, untuk memberikan efek jera kepada pacar putrinya tersebut.

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved