Breaking News:

Pelalawan

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pembunuh Siswi SMP di Pelalawan Minta Keringanan Hukuman

Pelaku MAA menyampaikan permintaan keringanan hukuman melalui pledoi yang dibacakan oleh penasihat hukumnya atas kasus pembunuhan terhadap korban IAS.

Istimewa
Pelaku pembunuhan siswi SMP Pangkalan Kerinci, MAA (17), mengikuti persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Rabu (24/03/2021) secara online. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Pelaku pembunuhan siswi SMP Pangkalan Kerinci, MAA (17), meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Rabu (24/03/2021).

Pelaku MAA menyampaikan permintaan keringanan hukuman melalui pledoi yang dibacakan oleh penasihat hukumnya atas kasus pembunuhan yang dilakukannya kepada korban IAS (15).

Sidang digelar tertutup dalam konteks peradilan anak dan secara virtual.

Pelaku MAA berada di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pelalawan, sedangkan para pihak berada di ruang sidang yang dihubungkan secara online.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Abraham Ginting SH MH didampingi hakim anggota Dedi Alparesi, SH dan Angel, SH.

Tersangka pembunuhan siswi SMP Pangkalan Kerinci, MAA (17), pakai baju kaos biru mengikuti pelimpahan perkara tahap ll dari Polres Pelalawan ke Kejari Pelalawan, Kamis (4/03/2021). (Ist)
Tersangka pembunuhan siswi SMP Pangkalan Kerinci, MAA (17), pakai baju kaos biru mengikuti pelimpahan perkara tahap ll dari Polres Pelalawan ke Kejari Pelalawan, Kamis (4/03/2021). (Ist) (istimewa)

Dihadiri oleh Jaksa Penuntut Anak Syafrida, SH, Penasihat hukum Anak dari Posbakum Ami, dan Panitera pembantu Desi Wulandari.

Orangtua anak dan pihak Bapas juga ikut hadir di dalam persidangan.

Dalam pembelaan MAA yang dibacakan penasihat hukum, siswa SMA Pangkalan Kerinci ini sangat menyesali perbuatannya yang menghilangkan nyawa IAS dengan cara mencekik korban hingga tewas di dalam mobil pada 8 Februari lalu.

Kemudian MAA meminta keringanan hukum atas tuntutan yang disampaikan oleh jaksa pada persidangan sebelumnya dengan penjara selama tujuh tahun.

"Anak MAA meminta keringanan hukuman kepada hakim dengan alasan ia masih sekolah," terang Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Sumriadi SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (25/03/2021).

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved