Breaking News:

Gawat, Pejabat Arab Saudi Disebut Ancam Penyelidik PBB dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pejabat Arab Saudi melakukan ancaman kepada penyelidik PBB dalam pengungkapan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Editor: Ilham Yafiz
OZAN KOSE / AFP
foto yang diambil pada 02 Oktober 2020, teman-teman jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi, memegang poster yang bertuliskan fotonya saat mereka menghadiri acara yang menandai ulang tahun kedua pembunuhannya di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pejabat Arab Saudi melakukan ancaman kepada penyelidik PBB dalam pengungkapan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Badan urusan hak asasi manusia PBB, UNHRC, pada hari Rabu (24/3) membenarkan adanya ancaman tersebut.

Ancaman datang dari seorang pejabat senior Arab Saudi.

Dikutip dari Reuters, Agnes Callamard, utusan khusus PBB untuk kasus ini, melaporkan bahwa seorang pejabat Saudi telah bersiap "mengurus" Callamard jika terus melakukan penyelidikan.

Kabar yang sebelumnya beredar melalui surat kabar The Guardian ini akhirnya dibenarkan oleh PBB sebagai pihak yang mengutus Callamard.

"Kami mengonfirmasi bahwa detail yang tercantum di Guardian tentang ancaman kepada Agnes Callamard adalah benar," ungkap juru bicara UNHRC, Rupert Colville, kepada Reuters.

Callamard mengatakan kepada Guardian bahwa ancaman itu keluar dalam pertemuan antara pejabat Saudi dan PBB di Jenewa bulan Januari 2020 lalu. Callamard menjelaskan bahwa ia mendengar ancaman itu dari seorang rekannya yang juga ada di PBB.

"Ancaman kematian. Begitulah yang bisa dimengerti. Orang-orang yang hadir, dan juga kemudian, menjelaskan kepada delegasi Saudi bahwa ini sama sekali tidak pantas," ungkap Callamard.

Callamard memimpin penyelidikan PBB atas pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018 oleh agen Saudi di konsulat Istanbul yang ada di Arab Saudi.

Pada tahun 2019, ia mengeluarkan laporan yang menyimpulkan adanya bukti kredibel bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan pejabat senior Saudi lainnya bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Washington Post tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved