Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Praktik Prostitusi Masih Marak, Pimpinan DPRD Pekanbaru Minta Jondul Ditutup Sebelum Puasa, 'Ini PR'

Praktik prostitusi yang berkedok panti pijat, di Perum Jondul Lama dan Jondul Baru Pekanbaru, terus disorot kalangan legislator DPRD Pekanbaru.

TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Sejumlah wanita diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) terciduk dalam razia Satpol PP Kota Pekanbaru, Selasa (29/12/2020) malam. Praktik prostitusi yang berkedok panti pijat, di Perum Jondul Lama dan Jondul Baru Pekanbaru, terus disorot kalangan legislator DPRD Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Praktik prostitusi yang berkedok panti pijat, di Perum Jondul Lama dan Jondul Baru Pekanbaru, terus disorot kalangan legislator DPRD Pekanbaru.

Sebab, sampai hari ini, belum ada action nyata untuk menutup tempat tersebut, meski sudah berlangsung lama.

Padahal, sudah jelas-jelas, tiap hari, siang dan malam, praktek mesum terus berlangsung di lokasi tersebut.

Kenapa masih eksis berlangsung? Karena diduga kuat pihak terkait terkesan tutup mata, bahkan ada oknum yang membekingi.

Makanya setiap panti pijat di lokasi itu, berani menawarkan praktek prostitusi kepada masyarakat yang datang, karena mereka merasa aman, oleh oknum beking tersebut.

Hal ini tidak menjadi rahasia umum lagi.

Karena sudah berlangsung lama dan seperti lingkaran setan, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE, meminta, agar penegak Perda, yakni Satpol PP Pekanbaru segera bertindak.

"Sebenarnya, Ini menjadi atensi kita bersama. Baik Pemko, DPRD, kalangan agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kita yakini tidak mau ada sarang maksiat di kota ini. Jadi, karena Kepala Satpol PP Iwan Simatupang baru menjabat, maka menjadi PR baginya, untuk diselesaikan secepatnya," kata Azwendi Fajri kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (26/3/2021).

Bahkan, politisi senior Partai Demokrat tersebut menginginkan, agar sebelum Bulan Puasa (13 April), lokasi Jondul tersebut harus sudah bersih dari praktek prostitusi.

Apalagi ini sudah menjadi komitmen bersama, agar tidak ada kegiatan maksiat seperti itu di Kota Bertuah Madani ini.

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved