Breaking News:

Satpol PP Pekanbaru Segera Menutup Tempat Praktik Prositusi di Kawasan Jondul

Satpol PP Kota Pekanbaru bakal menutup tempat yang terindikasi ada praktik prostitusi di Kawasan Jondul.

TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
FOTO ILUSTRASI - Petugas Satpol PP Kota Pekanbaru saat mendata wanita diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) yang terciduk dalam razia. Satpol PP Pekanbaru bakal menutup tempat yang terindikasi ada praktik prostitusi di Kawasan Jondul. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satpol PP Pekanbaru bakal menutup tempat yang terindikasi ada praktik prostitusi di Kawasan Jondul.

Mereka mengambil langkah tegas bila pemilik tempat tidak kunjung menutup praktik prostitusi di sana.

Apalagi Satpol PP Kota Pekanbaru sudah melayangkan dua kali surat peringatan. Mereka melayangkan surat ini agar pemilik tempat menutup usaha ilegalnya itu.

"Kita sudah layangkan dua kali surat peringatan, agar segera menutup usaha yang terindikasi ada praktek prostitusi," ujar Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (26/3/2021).

Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan unsur gabungan di kecamatan. Mereka selalu berkordinasi dalam upaya menertibkan praktek prostitusi ini.

"Kita sudah kordinasi, agar kita bisa segera menutup usaha yang terindikasi ada prostitusi," paparnya.

Iwan menyebut bahwa awalnya ada 36 rumah yang terindikasi membuka praktek prostitusi. Ada 13 yang tutup saat petugas melayangkan surat peringatan kedua beberapa waktu lalu.

"Itu kita tidak tahu, apa sengaja tutup atau sudah tidak ada lagi. Kita belum cek lagi," ujarnya.

Iwan mengatakan bahwa saat ini yang terpantau masih buka ada 23 rumah. Ia bakal menelusuri kembali keberadaan tempat praktek prostitusi itu.

Pihaknya fokus menertibkan lokasi pijat plus-plus di Kawasan Jondul. Ia tidak menafikan lokasi prostitusi lainnya di sekitar itu.

Halaman
1234
Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved