Breaking News:

Kisah Rojali Geluti Bisnis Kotoran Sapi di Siak, Pernah Kantongi Rp 6 Juta Sebulan, Per Kg Rp 200

Di Kabupaten Siak, kotoran sapi basah dijual Rp 200 per kilogram. Meski masa pandemi Covid 19, penjualan kotoran sapi ini tidak terdampak.

Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI - Sapi. Di Kabupaten Siak, kotoran sapi basah dijual Rp 200 per kilogram. Meski masa pandemi Covid 19, penjualan kotoran sapi ini tidak terdampak. 

Kisah Rojali, 38 tahun rajin mengumpulkan kotoran sapi dari kandang ke kandang, untuk dijual ke para petani.

Dari kotoran sapi itu, Rojali pernah mengantongi Rp 6 juta sebulan, bagi hasil dengan kelompok ternaknya.

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Di Kabupaten Siak, kotoran sapi basah dijual Rp 200 per kilogram.

Meski masa pandemi Covid 19, penjualan kotoran sapi ini tidak terdampak.

Rojali merupakan anggota kelompok ternak Lembu Sejahtera di Kampung Merempan Hulu, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau.

Dari kotoran sapi yang mereka ternak, Rojali menambah penghasilannya pribadi dan kas kelompoknya perbulan.

“Kotoran sapi ini sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Kami sudah menjalani jualan kotoran sapi ini sejak 4 tahun lalu. Hasilnya lumayan, nambah penghasilan,” kata Rojali, Minggu (28/3/2021).

Kandang sapi kelompok ternak Lembu Sejahtera di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Kelompok ini juga menjual kotoran sapinya untuk bahan baku pupuk organik.
Kandang sapi kelompok ternak Lembu Sejahtera di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Kelompok ini juga menjual kotoran sapinya untuk bahan baku pupuk organik. (Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra)

Rojali pernah mengantongi Rp 6 juta sebulan dari penjualan kotoran sapi, bagi hasil dengan kelompok ternaknya.

Rojali berujar, hasil jualannya tidak sejijik kotoran sapinya.

Seperti emas hijau, meski bukan logam mulia berwarna hijau namun mempunyai nilai uang yang laris manis di pasaran.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved