Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Wabup Bengkalis Dengarkan Keluhan Ekspor Hasil Perikanan, Aktifkan Perdagangan Lintas Batas

Pasalnya dengan mengaktifkan kembali pos lintas batas, masyarakat perbatasan bisa berdagang dengan masyarakat negeri tetangga secara langsung

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS-- Pemerintah Bengkalis berencana akan kembali mengaktifkan pos lintas batas guna mendukung perekonomian masyarakat Bengkalis yang berada di perbatasan Indonesia Malaysia.

Pasalnya dengan mengaktifkan kembali pos lintas batas, masyarakat perbatasan bisa berdagang dengan masyarakat negeri tetangga secara langsung.

Hal ini diungkap Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso usai mendengar keluhan masyarakat Rupat Utara yang merasa kesulitan melakukan ekspor hasil tanggapan mereka, Kamis (25/3) pekan kemarin.

Menurut Bagus sesuai aturan dari pemerintah pusat untuk melakukan ekspor baru bisa dilakukan jika hasil yang akan dibawa diatas tiga puluh ton ke atas.

"Sementara kemampuan nelayan kita di perbatasan terbatas bisa menghasilkan hasil tanggapan di bawah tiga puluh ton.

Seperti dialami pengusaha perikanan di Rupat Utaea ini sangat jauh dari tiga puluh ton," terang Bagus Santoso.

Menurut dia, untuk mengumpulkan tiga puluh ton hasil perikanan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kemampuan nelayan baru sekitar tiga sampai lima ton lebih.

Dahulunya ada kebijakan pos lintas batas yang membantu nelayan Bengkalis untuk menjual hasil tangkapan mereka langsung ke negara tetangga.

Penjualan di bawa sepuluh ton bisa dilakukan bahkan tanpa terkenaa bea cukai, namun kebijakan ini sudah tidak diberlakukan lagi karena adanya regulasi baru saat itu.

"Sekarang untuk ekspor syarat administrasi yang cukup berat dan saat ini perdagangan pos lintas batas ini dengan regulasi baru sudah bisa kembali dilakukan, bahkan daerah lain sudah berjalan," terang Bagus.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved