Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Kemelut Partai Demokrat, Ketua DPC Partai Demokrat Rohil Kubu Moeldoko Tetap Yakin KLB Dibutuhkan

Kemelut Partai Demokrat berlanjut setelah Partai Demokrat Kubu Moeldoko ditolak Menkumham RI

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
kolase Instagram
Kemelut Partai Demokrat, Ketua DPC Partai Demokrat Rohil Kubu Moeldoko Tetap Yakin KLB Dibutuhkan. Foto: Moeldoko, AHY, Annisa Pohan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kemelut Partai Demokrat berlanjut setelah Partai Demokrat Kubu Moeldoko ditolak Menkumham RI.

Terkait Kemelut Partai Demokrat itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau DPC Demokrat Rokan Hilir ( Rohil ) atau Kubu Moeldoko yang ikut Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Sibolangit, Muhammad Ridwan mengaku menghormati keputusan Menhumkam menolak KLB.

"Namun, saya tetap pada pendirian mendukung KLB. Saya tetap berpendapat bahwa KLB itu dibutuhkan buat Partai Demokrat,"ujar Ridwan yang sudah dipecat dari kepengurusan Demokrat AHY tersebut terkiat Kemelut Partai Demokrat usai Partai Demokrat Kubu Moeldoko ditolak pemerintah. 

Penolakan atas Partai Demokrat Kubu Moeldoko oleh Menhumkam dan Kemelut Partai Demokrat itu, menurut dirinya didasari oleh persoalan administratif.

"Ya kita hormati saja. Soal yang lebih mendasar bagi Partai Demokrat seperti perubahan ad/art 2020 tanpa tata cara berkongres sebagaimana seharusnya menurut UU, itu kan tidak dapat akomodir atau dijawab oleh Menhumkam,"ujar Ridwan. 

Pihaknya dari kubu KLB Demokrat Deli Serdang memaklumi keterbatasan wewenang Menhumkam dalam hal itu. 

"Oleh sebab itu saya kira masih ada opsi untuk di lakukan gugatan secara hukum di peradilan.

Belum lagi soal-soal lain yang mendasar, yang hanya bisa di selesaikan lewat jalur hukum dan peradilan,"ujar Ridwan.

Satu hal lagi diyakini Ridwan, bahwa jauh dilubuk hati kecil pendukung AHY bahkan termasuk AHY sendiri, menyadari tentang kekeliruan dan kesalahan-kesalahan dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan Partai Demokrat

"Mereka bisa saja bersilat lidah dan menggunakan berbagai macam cara untuk mempertahankan kekuasaan,"ujarnya. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved