Breaking News:

Berita Riau

Update Pembobolan Rekening Nasabah di Riau, Pihak Bank Ganti Dana, Laporkan 2 Oknum ke Polisi

Selain melaporkan 2 oknum pembobol ke polisi, Bank Riau Kepri juga mengganti dana nasabah dan ke depan mewajibkan sidik jari untuk pengambilan dana.

Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril
Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri Andi Buchari saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (31/3), terkait dua oknum di institusinya yang membobol dana nasabah dengan tidak sah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Terkait permasalahan 2 orang oknum mantan pegawai Bank Riau Kepri yang telah melakukan pembobolan dana nasabah bank secara tidak sah dan saat ini kasusnya sudah ditangani Polda Riau.

Pihak Bank Riau Kepri sendiri menghimbau kepada seluruh nasabah agar tidak khawatir atas ulah oknum tersebut.

Pasalnya kerugian nasabah sudah diganti, ke depan agar dana nasabah terjamin atau tidak bisa dibobol lagi Bank Riau Kepri tidak memakai pasword lagi dan sudah menggunakan fingerprint atau sidik jari.

Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri (BRK) Andi Buchari mengatakan, kasus pembobolan rekening nasabah itu dilakukan mantan teller Bank Riau Kepri dengan melakukan penarikan terhadap 3 rekening nasabah secara tidak sah dan sudah terjadi sejak kurun waktu 2010 - 2015 lalu.

Baca juga: Ya Allah, Tabungan Rp 1,2 M Tersisa Hanya Rp 9 Jutaan, Tukang Embatnya Oknum di Bank Plat Merah

Kabid Humas Polda Riau, Sunarto saat ekspose di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Rabu (30/3/2021). Penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 135 lembar slip transaksi asli nasabah atas nama Hj Rosmaniar periode tanggal 19 Januari 2012 s/d tanggal 18 Februari 2015.
Kabid Humas Polda Riau, Sunarto saat ekspose di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Rabu (30/3/2021). Penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 135 lembar slip transaksi asli nasabah atas nama Hj Rosmaniar periode tanggal 19 Januari 2012 s/d tanggal 18 Februari 2015. (Tribunpekanbaru.com)

"Sebagai aspek jera agar kasus serupa tidak terulang lagi, kasusnya kami lapor ke Polda Riau dengan Laporan Polisi no. LP/102/III/2021/SPKT/RIAU tanggal 12 Maret 2021 tentang dugaan tindak pidana perbankan yang diduga dilakukan oleh mantan teller Bank Riau Kepri Cabang Pasir Pengaraian," ujar Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri Andi Buchari kepada wartawan, Rabu (31/3).,

Bahkan pihak penyidik Ditreskrimsus polda Riau tambah Andi, telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap beberapa orang saksi dari internal Bank Riau Kepri dan nasabah serta meminta beberapa dokumen yang diperlukan guna kepentingan perkara.

"Kemudian, Selasa (30/3/2021) penyidik telah menetapkan status tersangka terhadap mantan teller dimaksud dan terhadap mantan Pinsi Pelayanan Nasabah selaku atasan yang bersangkutan (mantan teller) karena kelalaiannya dalam prosedur penarikan dana nasabah yang dilakukan oleh mantan teller tersebut," ucap Andi.

Atas ulah oknum mantan karyawan itu tegas Andi, Bank Riau Kepri telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut dengan tidak memperpanjang kontrak dan memberhentikan oknum teller bersangkutan.

Sementara itu oknum Pinsi Pelnas mengambil langkah resign dari Bank Riau Kepri dan terhadap perbuatannya 2 orang oknum mantan pegawai tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

"Untuk itu Bank Riau Kepri mengapresiasi langkah pihak Kepolisian yang telah memproses tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh 2 orang oknum mantan pegawai tersebut dan ini menjadi pelajaran untuk seluruh insan Bank Riau Kepri agar bekerja secara jujur dan tidak menyalahi aturan yang telah ditentukan," ungkap Andi.

Selanjutnya agar lancarnya proses penyidikan tambah Andi, Bank Riau Kepri menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas dan kepada oknum mantan pegawai tersebut harus menjalani proses sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku

Lebih jauh Andi juga menyampaikan agar nasabah jangan khawatir, karena oknum mantan karyawan Bank Riau Kepri itu telah dipecat dan ditahan oleh Polda Riau.

"Kita juga tetap akan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan senantiasa berupaya mengantisipasi hal serupa agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, karena bagi kami menyelamatkan dana nasabah paling utama dan bagi kami melayani nasabah paling utama," ujar Andi. (Tribunpekanbaru.co./Rino Syahril)

Penulis: Rino Syahril
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved