Breaking News:

20 Polsek di Riau Tak Lagi Lakukan Penyidikan, Pengamat: Kualitas Personil Harus Diperkuat

Polsek yang kewenangan penyidikannya ditarik, diharapkan dapat memaksimalkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

TRIBUNNEWS / JEPRIMA
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang mencabut kewenangan penyidikan pada 1.062 Kepolisian Sektor disambut baik kalangan akademisi dan praktisi hukum.

Di Riau, ada 20 Polsek yang tak lagi melakukan penyidikan.

Ketua Sekokah Tinggi Ilmu Hukum Persada Bunda, Dr. Irfan Ardiansyah, S.H., M.H. mengungkapkan, keputusan tersebut dipandang sebagai salah satu upaya mewujudkan lembaga kepolisian yang PRESISI.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memiliki konsep transformasi menuju Polri yang Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (PRESISI).

"Arah kebijakan utamanya untuk lebih mendekatkan Polri kepada masyarakat," ungkap Irfan kepada tribunpekanbaru.com.

Baca juga: Tugas Penyidikan Tidak Ada Lagi,Polsek Bengkalis dan Bantan Tetap Bisa Melakukan Hal Ini, Apa Saja?

Baca juga: Tunggu Petunjuk Teknis,Kapolres Tanggapi 2 Polsek di Dumai Tak Lagi Lakukan Penyidikan,Ini Katanya

Menurut Sekretaris DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Riau ini mengatakan, beban penyidikan pada Kepolisian Resor akan bertambah dengan kebijakan ini. Maka Polres harus siap.

Kesiapan itu ditinjau dari penempatan penyidik yang berkualitas.

"SDM (sumber daya manusia) harus diperkuat," ungkap Irfan.

Penyidikan sebagai salah satu tahapan penanganan perkara yang dimiliki kepolisian merupakan bagian dari pelayanan masyarakat.

Irfan mengatakan, Polsek yang kewenangan penyidikannya ditarik, diharapkan dapat memaksimalkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Halaman
1234
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved