Breaking News:

Lapor Pak Mahfud MD! Kelompok Tani dari Riau Mau Mengadu ke Menkopolhukam, Mengaku Terzolimi

Kelompok Tani dari Riau yakni Kelompok Tani Sinar Usaha Maju Pelangiran mengadu ke Menkopolhukam Mahfud MD terkait masalah MoU penjualan minyak kolam

Istimewa
Lapor Pak Mahfud MD! Kelompok Tani dari Riau Mau Mengadu ke Menkopolhukam, Mengaku Terzolimi. Foto: Foto : Pengecekan sampel limbah oleh kelompok tani dan pihak desa bersama perwakilan Pemkab Inhil bersama unsur terkait lainnya di atas kapal tongkang perusahaan yang bermuatan Miko pada tanggal 18 Maret 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Kelompok Tani dari Riau yakni Kelompok Tani Sinar Usaha Maju Pelangiran mengadu ke Menkopolhukam Mahfud MD terkait masalah MoU penjualan minyak kolam (miko) antara Kelompok Tani Sinar Usaha Maju Pelangiran dengan PT TH Indo plantations atau PT THIP Pelangiran yang tidak terealisasi.

Selain itu, Kelompok Tani dari Riau ini juga akan mengadukan ke Menkopolhukam Mahfud MD terkait penahanan Kepala Desa (Kades) berinisial AN bersama anggota Kelompok Tani Sinar Usaha Maju dan beberapa orang lainnya oleh Polres Inhil terkait permasalahan ini.

Kelompok Tani dari Riau yakni Kelompok Tani Sinar Usaha Maju ini merasa banyak kejanggalan dalam permasalahan ini, maka mereka memilih mengadu ke Menkopolhukam Mahfud MD untuk mencari keadilan.

Tidak sendiri, perwakilan Kelompok Tani Sinar Usaha Maju Pelangiran juga di dampingi oleh organisasi yang memberi kuasa sudah berada di Ibukota untuk melaporkan permasalahan ini.

Kelompok Tani Sinar Usaha Maju juga menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) yang tidak sensitif dengan permasalahan ini.

Saiful selaku Humas atau perwakilan Kelompok Tani Usaha Maju menegaskan, pihaknya berusaha menjajaki upaya keadilan ke Menkopolhukam RI karena merasa dizalimi dan tidak punya tempat mengadu di tanah air dan tanah lahir sendiri.

“Kami dituduh mencuri dan melakukan kekerasan oleh perusahaan yang berada di kampung kami.

Kelompok tani Sedang di Jakarta mencari titik terang keadilan,” ungkap Syaiful melalui keterangan tertulis, Jum’at (2/4).

Saiful menuturkan, upaya meminta keadilan ini agar Menkopolhukam dan seluruh rakyat Indonesia tau bahwa ada satu kezaliman yang terjadi di Kabupaten Inhil.

“Namun ironisnya pihak pemerintah setempat tidak mengambil sikap terhadap kasus ini, bahkan sampai saat ini kades dan beberapa anggota kelompok tani kami sudah ditahan dengan laporan pencurian dan tindakan kekerasan,” tutur Saiful.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved