Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Pasca Aksi Teror di Makasar & Jakarta, Pemkab Meranti Tingkatkan Pengawasan

Sejumlah arahan diberikan oleh Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima, Kejati Riau dan BIN Daerah Riau kepada

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Forkompinda Kabupaten mengikuti rapat koordinasi dalam rangka mengantisipasi aksi terorisme bersama Forkompinda Provinsi Riau secara virtual bertempat di Ruang Melati Kantor Bupati Kepulauan Meranti Kamis (1/4/2021).

Kegiatan yang difasilitasi Pemprov Riau tersebut dialakukan untuk sharing dan pengarahan dari seluruh stakeholder provinsi kepada Kabupaten dan kota dalam mengantiaipasi dan mencegah aksi terorisme maupun menangkal paham radikalisme yang mungkin bisa muncul di daerah.

Sejumlah arahan diberikan oleh Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima, Kejati Riau dan BIN Daerah Riau kepada seluruh kabupaten dan kota.

Beberapa arahan yang disampaikan saat itu diantaranya adalah meningkatkan pengawasan di tempat-tempat ibadah sampai ke desa-desa mulai dari orang masuk hingga aktivitas yang mencurigakan.

Selain itu kepada instansi terkait juga diminta untuk melakukan sosialisasi bahaya paham radikalisme ke sekolah, perguruan tinggi dan pondok pesantren karena dianggap sebagai pintu masuk potensial terhadap hal tersebut.

Selain itu disampaikannya juga agar dilakukan pengawasan terhadap penyampaian dakwah di tempat-tempat ibadah yang berkemungkinan dimasukinya paham radikalisme.

Danramil 02 Tebingtinggi Mayor Bismi Tambunan saat diwawancara selepas rapat mengatakan bahwa sudauh mulai melakukan monitoring di wilayah Kepulauan Meranti.

"Kita melakukan monitor di wilayah masing-masing dengan adanya kejadian kemarin yang kemarin diduga teroris di Makasar dan Mabes Polri," Ujar Tambunan.

Dirinya mengatakan khusus untuk Koramil yang ada di Kepulauan Meranti akan ditekankan kepada Babinsa agar berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa agar mengantisipasi dan memonitor warga bukan Tempatan yang masuk ke wilayah mereka.

"Sehingga apabila ada warga masuk wajib dipantau kegiatannya apa, dimonitor apa yang dilakukannya di wilayah tersebut dan wajib melapor sesuai peraturan yang ada tamu 1 kali 24 jam wajib melapor kepada pemerintah setempat," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved