Breaking News:

Bukan Prank,PKB Riau Bajak Kader Penting Golkar dan Gerindra,Siapa Saja?Begini Penjelasan Sang Ketua

Bukan prank, PKB Riau bajak kader penting Golkar dan Gerindra, siapa saja? Begini penjelasan sang ketua

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Bukan Prank,PKB Riau Bajak Kader Penting Golkar dan Gerindra,Siapa Saja?Begini Penjelasan Sang Ketua. Foto: Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid menyerahkan SK pengangkatan sebagai Ketua DPC Sabtu (3/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bukan prank, PKB Riau bajak kader penting Golkar dan Gerindra, siapa saja? Begini penjelasan sang ketua.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuat kejutan dengan menunjuk dua kader penting partai Golkar dan Gerindra di Riau sebagai Ketua di Kota Pekanbaru dan Kampar.

Menurut Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid tujuan menunjuk kedua politisi ini dalam rangka penyegaran di tubuh PKB.

Dua politisi yang ditunjuk tersebut Taufikurrahman menjadi Ketua DPC PKB Kota Pekanbaru dan Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto sebagai Ketua DPC PKB Kampar.

Keduanya sudah menerima langsung SK pengangkatan sebagai Ketua DPC Sabtu (3/4/2021) diserahkan langsung Ketua DPW Abdul Wahid yang dikeluarkan DPP.

"Ini bukan membajak namun untuk penyegaran di tubuh PKB, kebetulan Pak Taufikurrahman sudah tidak di Gerindra lagi dan sudah bergabung dengan PKB sehingga ditunjuk jadi ketua,”
ujar Abdul Wahid kepada Tribunpekanbaru.com.

“Begitu juga dengan Pak Catur sudah tidak di Golkar lagi," sambungnya.

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Kampar. Penunjukan Catur Sugeng Susanto diumumkan di Kantor Sekretariat DPW PKB Riau, Sabtu (3/4).
Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Kampar. Penunjukan Catur Sugeng Susanto diumumkan di Kantor Sekretariat DPW PKB Riau, Sabtu (3/4/2021). (Istimewa)

Menurut Wahid, kedua politisi memiliki tanggungjawab yang besar untuk PKB, Kampar sendiri hanya memiliki satu kursi di dewan dan harus bisa mengupayakan banyak kursi di Pemilu mendatang.

Sedangkan Pekanbaru tidak memiliki kursi di dewan, dan harus bisa meningkatkan suara dan kursi dewannya.

"Artinya minimal mereka bisa menambah kursi untuk mereka bisa mengusung sendiri di Pilkada masing-masing daerahnya,"ujar Wahid.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved