Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Masjid di 13 Kelurahan Tak Laksanakan Tarawih, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Aktivitas Kerumunan Lain

DPRD Pekanbaru bereaksi, terkait masjid dan musala di zona merah Covid-19 untuk tidak melaksanakan salat tarawih berjamaah, tahun 2021.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru/Theo Rizky
FOTO ILUSTRASI - Jemaah Mesjid Agung An Nur sedang melaksanakan salat tarawih pada hari pertama, Minggu (5/5/2019). Kini masjid dan mushola di zona merah Covid-19 dianjurkan untuk tidak melaksanakan salat taraweh berjamaah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru bereaksi, terkait masjid dan musala di zona merah Covid-19 untuk tidak melaksanakan salat tarawih berjamaah, tahun 2021.

Meski DPRD secara kelembagaan mendukung keputusan ini, namun legislator justru mempertanyakan aktivitas lainnya, yang mengundang kerumunan.

"Pertama, kita mendukung, karena sudah ada pijakan aturannya, berdasarkan surat edaran Walikota Pekanbaru," kata Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Firmansyah, Minggu malam kepada Tribunpekanbaru.com.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru telah mengeluarkan surat edaran Nomor 98/SE/IV/2021 tentang pelaksanaan kegiatan bulan suci Ramadhan di tengah masa pandemi Covid-19, tertanggal 1 April 2021 lalu.

Dalam edaran itu, salah satunya menganjurkan masjid dan mushola di zona merah Covid-19 untuk tidak melaksanakan salat taraweh berjamaah.

Di Kota Pekanbaru, ada 13 kelurahan yang kini masuk zona merah. 13 Kelurahan yang dimaksud adalah Kelurahan Sidomulyo Barat, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kelurahan Delima, dan Kelurahan Rejosari. Kemudian Kelurahan Tangkerang Timur, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kelurahan Maharatu dan Kelurahan Perhentian Marpoyan.

Di Kota Pekanbaru sendiri kini ada sebanyak 83 kelurahan. Jadi, selebihnya masih bisa melaksanakan tarawih.

Pelaksanaan rangkaian ibadah di malam Ramadhan akan dibatasi hingga pukul 21.00 Wib. Pelaksanaan salat Isa, tarawih dan santapan rohani dilakukan tidak lebih dari 75 menit.

Lebih lanjut disampaikan Firmansyah, jika di 13 masjid dan musolla tak bisa tarawih, DPRD justru mempertanyakan aktivitas lainnya.

Seperti halnya mal, pasar, cafe dan lainnya.

"Bagaimana dengan itu. Masyarakat tentu mempertanyakan itu. Karena semuanya harus diperlakukan adil. Apalagi secara prinsip tidak ada bedanya," tegas Firmansyah lagi.

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru ini mengharapkan, tidak ada perbedaan yang signifikan. Apalagi memang tarawih ini, ibadah yang dirindukan masyarakat setiap tahunnya.

"Memang tahun lalu, semua masjid di Kota Pekanbaru tidak bisa tarawih. Tapi tahun ini, diharapkan ada solusi lain. Kalau bicara antisipasi penyebaran covid, kita di DPRD sangat setuju. Bahkan kita sudah ikut mensosialisasikan kepada masyarakat untuk bersama-sama memeranginya," terangnya. (Tribunpekanbaru.com/SyafruddinMirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved