Breaking News:

Muatan Senilai Rp1,5 Miliar Mengapung di Sungai Indragiri,Kapal Bocor Tenggelam, Ini Kronologinya

Muatan Kapal Motor (KM) Karya Murni GT 34 berhamburan dan mengapung di perairan Sungai Indragiri Tembilahan, Sabtu (3/4/2021) sore

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Muatan KM Karya Murni GT 34 senilai Rp 1,5 miliar mengapung di Sungai Indragiri Tembilahan, Inhil Riau, Sabtu (3/4/2021) sore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Muatan Kapal Motor (KM) Karya Murni GT 34 berhamburan dan mengapung di perairan Sungai Indragiri Tembilahan, Sabtu (3/4/2021) sore.

Kapal milik warga Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan tujuan Tembilahan- Sungai Guntung ini mengalami kebocoran dan tenggelam.

Pada saat itu, kapal baru saja selesai memuat barang di dermaga pelabuhan LASDF (Lasdap) Tembilahan.

Kapal bersiap berangkat dengan terlebih dulu mengurus administrasi izin berlayar ke KSOP Tembilahan.

Namun sekitar pukul 14.15 WIB, ketika Nahkoda kapal berinisial R (45) selesai mengurus administrasi izin berlayar untuk pemberangkatan, nahkoda melihat air masuk dan bocor di bagian depan kapal.

Pengurasan menggunakan 2 unit mesin robin pun coba dilakukan, karena jumlah air semakin banyak yang masuk ke dalam kapal sehingga mesin induk mati.

Muatan KM Karya Murni GT 34 semilai Rp 1,5 miliar mengapung di Sungai Indragiri Tembilahan, Inhil, Riau, Sabtu (3/4/2021) sore.
Muatan KM Karya Murni GT 34 semilai Rp 1,5 miliar mengapung di Sungai Indragiri Tembilahan, Inhil, Riau, Sabtu (3/4/2021) sore. (istimewa)

Pengurasan yang dilakukan tidak membuahkan hasil, sehingga terjadi kemiringan atau oleng pada kapal, hingga akhirnya kapal terbawa arus sungai yang sedang surut.

Kapal akhirnya dibantu kapal lain yang juga sedang bersandar hingga akhirnya berhasil ditarik ke tepi pelabuhan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kapal bermuatan antara lain, sembako, alat pertanian dan bahan bangunan ini mengalami kerugian sekitar Rp1,5 miliar.

Pjs Danramil 01/Tbh Kapten Inf Tarmizi menjelaskan, aparat keamanan TNI - Polri serta di bantu masyarakat mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan agar mengurangi kerugian.

Sejumlah warga mengambil mie instan yang mengambang di pinngiran Sungai Siak, Jalan Pesisir, Kecamatan Pesisir, Pekanbaru, Jumat (15/5/2020).
Ilustrasi. (TribunPekanbaru/Theo Rizky)

Meski sudah dilakukan upaya penyelamatan, sebagian barang muatan sembako jatuh dan juga ikut terbawa arus sungai ketika kondisi kapal mengalami kemiringan dan tenggelam.

“Sekitar pukul 16.15 WIB, barang muatan kapal selesai dievakuasi dan diselamatkan serta sudah ditangani pihak Polsek KSKP Polres Inhil,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada awak media.

Ditambahkannya, kapal bermuatan 70 ton sudah bersandar sekitar 5 hari di pelabuhan untuk memuat barang sembako.

“Kapal direncanakan pada hari itu akan berangkat tujuan ke guntung. Pada saat kejadian kapal tenggelam kondisi air sunggai sedang surut,”jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved