Breaking News:

Video Berita

TENGGELAM, Muatan KM Karya Murni Berhamburan di Sungai Indragiri, Kerugian Ditaksir Rp 1,2 M (VIDEO)

Meskipun sebagian barang muatan sembako jatuh dan juga ikut terbawa arus Sungai ketika kondisi Kapal mengalami kemiringan dan tenggelam

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Muatan Kapal motor (KM) Karya Murni GT. 34 berhamburan dan mengapung di perairan Sungai Indragiri Tembilahan, Sabtu (3/4) sore.

Kapal milik warga Tanjung Pinang, Kepri dengan tujuan Tembilahan – Sungai Guntung ini mengalami kebocoran dan tenggelam.

Pada saat itu kapal baru saja selesai memuat barang di dermaga pelabuhan LASDF (Lasdap) Tembilahan dan bersiap berangkat dengan terlebih dulu mengurus administrasi izin berlayar ke KSOP Tembilahan.

Namun sekitar pukul 14.15 WIB, Ketika Nahkoda kapal berinisial R (45) selesai mengurus administrasi izin berlayar untuk pemberangkatan, nahkoda melihat air masuk dan bocor di bagian depan kapal.

Pengurasan menggunakan 2 unit mesin robin pun coba dilakukan, karena jumlah air semakin banyak yang masuk ke dalam kapal sehingga mesin induk mati.

Pengurasan yang dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga terjadi kemiringan atau oleng pada kapal, hingga akhirnya kapal terbawa arus sungai yang sedang surut.

Kapal akhirnya dibantu kapal lain yang juga sedang bersandar hingga akhirnya berhasil ditarik ke tepi pelabuhan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kapal bermuatan antara lain, sembako, alat pertanian dan bahan bangunan ini mengalami kerugian sekitar Rp. 1,5 Milyar.

Pjs Danramil 01/Tbh Kapten Inf Tarmizi menjelaskan, aparat keamanan TNI - Polri serta di bantu masyarakat mengevakuasi barang – barang yang masih bisa di selamatkan agar mengurangi kerugian.

Meskipun sebagian barang muatan sembako jatuh dan juga ikut terbawa arus Sungai ketika kondisi Kapal mengalami kemiringan dan tenggelam.

“Sekitar pukul 16.15 WIB barang muatan kapal selesai dievakuasi dan diselamatkan serta sudah ditangani pihak Polsek KSKP Polres Inhil,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada awak media.

Ditambahkannya, Kapal bermuatan 70 ton sudah bersandar sekitar 5 hari di pelabuhan untuk memuat barang sembako.

“Kapal direncanakan pada hari itu akan berangkat tujuan ke guntung.

Pada saat kejadian kapal tenggelam kondisi air sunggai sedang surut,” pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com /T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved