Breaking News:

Video Berita

Video: Warga Tionghoa di Meranti Tetap Laksanakan Tradisi Ceng Beng saat Pandemi, Apa itu Ceng Beng?

Tradisi Cheng Beng yang diperingati setiap tahunnya ini sebagai bentuk penghormatan, bakti dan kesetiaan anak cucu kepada leluhurnya.

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Tradisi Ceng Beng atau ziarah kubur warga Tionghoa di Kepulauan Meranti telah berlangsung selama seminggu lebih.

Tradisi Cheng Beng yang diperingati setiap tahunnya ini sebagai bentuk penghormatan, bakti dan kesetiaan anak cucu kepada leluhurnya.

Dengan adanya tradisi ini generasi penerus juga diharapkan menghormati leluhurnya dalam bentuk menjaga nama baik leluhur dalam sikap dan perilaku masyarakat.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Ceng Beng saat ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Walaupun biasanya antusias masyarakat yang datang biasanya hampir sama saat festival Perang air yang mencapai puluhan ribu orang, tidak untuk pelaksanaan tahun ini.

Tahun ini pelaksanaan Ceng Beng di Komplek Pemakaman Tionghoa, Jalan Kubur Cina, Kelueahan Selatpanjang Selatan.

Pantauan Tribun saat hari dalam beberapa waktu belakangan hingga hari terakhir Sabtu (3/4/2011) sore hari hanya terlihat beberapa keluarga yang melakukan jiarah kubur di sana.

Dari lebih dari 6.000 makam yang ada di sana, hanya terlihat beberapa keluarga yang hadir di hari terakhir tersebut.

Pantauan Tribun salah satu keluarga yang melakukan jiarah saat itu khusyuk melakukan ibadah. Selain berdoa mereka membakar kertas emas dan perak yang mengartikan kepingan uang emas dan uang perak kepada para dewa atau leluhur mereka yang berlaku pada zaman Tiongkok kuno.

Gery salah seorang pejiarah saat itu saat diwawancara mengatakan memang untuk pelaksanaan nuansa Ceng Beng cukup berbeda tahun ini, karena tidak ada euforia yang berlebihan.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: aidil wardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved